Makassar, 7 Juni 2026 — Band rock asal Makassar, Prakarsa, resmi merilis album penuh perdana bertajuk “Tupai Terkurung” di seluruh platform musik digital. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bermusik Prakarsa setelah sebelumnya memperkenalkan diri melalui empat single dan EP Linimasa yang berisi tiga lagu.

Melalui album berisi tujuh lagu ini, Prakarsa merangkai sebuah perjalanan emosional yang mengangkat tema-tema kehidupan yang dekat dengan banyak orang, mulai dari perjuangan menghadapi tekanan, keluarga, kehilangan, harapan, hingga cinta. Seluruh materi dikemas dalam karakter rock yang menjadi identitas band, dipadukan dengan lirik reflektif dan jujur.

Daftar Lagu Album Tupai Terkurung
- Ambil Kendali
- Membabi Buta
- Mama Tersenyumlah
- Tupai Terkurung
- 5 Desember
- Belasungkawa
- Cinta Mengudara
Perjalanan Emosional dalam Tujuh Lagu
Album dibuka melalui “Ambil Kendali”, sebuah lagu yang mengajak pendengar berani menentukan arah hidup sendiri di tengah tekanan dan keraguan. Semangat untuk mengambil keputusan dan tidak membiarkan keadaan menguasai masa depan menjadi pesan utama lagu pembuka ini.
Memasuki lagu kedua, “Membabi Buta” menggambarkan momen ketika emosi mengalahkan logika. Lagu ini merefleksikan sisi manusia yang terkadang bertindak tanpa pertimbangan karena kemarahan, ambisi, maupun kekecewaan.
Nuansa kemudian berubah melalui “Mama Tersenyumlah”, sebuah penghormatan bagi sosok ibu sebagai tempat pulang, sumber kekuatan, dan simbol pengorbanan yang tak pernah berhenti. Lagu ini menghadirkan harapan sederhana agar setiap perjuangan seorang anak mampu menghadirkan senyum bagi ibunya.
Sebagai lagu utama sekaligus judul album, “Tupai Terkurung” menjadi metafora tentang seseorang yang merasa terjebak dalam tekanan hidup dan berbagai keterbatasan. Lagu ini menawarkan refleksi mengenai perjuangan untuk menemukan kebebasan dan harapan baru. Berbeda dari lagu lainnya, karya ini memadukan warna orkestra dengan karakter rock yang menjadi ciri khas Prakarsa.
Lagu “5 Desember” lahir dari kisah sederhana mengenai hari gajian salah satu personel Prakarsa. Alih-alih menceritakan kemewahan, lagu ini mengangkat nilai ketulusan berbagi kepada orang-orang terdekat. Melalui cerita tersebut, Prakarsa ingin menyampaikan bahwa kebahagiaan sering kali hadir ketika seseorang mampu membahagiakan orang lain.
Selanjutnya, “Belasungkawa” menjadi refleksi mendalam tentang kehilangan dan perpisahan sebagai bagian dari perjalanan hidup manusia. Lagu ini mengajak pendengar menerima duka sebagai proses yang membentuk keteguhan dan kedewasaan.
Album ditutup oleh “Cinta Mengudara”, sebuah lagu yang menghadirkan optimisme setelah berbagai fase kehidupan yang berat. Sebagai klimaks emosional album, lagu ini membawa pesan bahwa cinta selalu menemukan jalannya dan menjadi penutup yang hangat bagi keseluruhan cerita dalam Tupai Terkurung.
Menegaskan Identitas Prakarsa
Melalui album debut ini, Prakarsa menegaskan identitas mereka sebagai band rock yang tidak hanya mengandalkan energi musik, tetapi juga menghadirkan lirik-lirik yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Tupai Terkurung menjadi langkah baru sekaligus penanda kedewasaan musikal Prakarsa dalam skena musik independen Indonesia.
Album “Tupai Terkurung” telah resmi tersedia di seluruh layanan streaming digital sejak 7 Juni 2026.

Tentang Prakarsa
Prakarsa merupakan band rock asal Makassar yang konsisten menghadirkan karya-karya dengan lirik reflektif dan emosional. Sebelum merilis album penuh perdana, Prakarsa telah merilis empat single dan EP Linimasa. Melalui Tupai Terkurung, Prakarsa menghadirkan karya yang merepresentasikan perjalanan, keresahan, serta harapan yang dialami banyak orang.
Kontak Media
Rizky
Manajer Prakarsa
WhatsApp: 0882-4292-4983
Instagram & TikTok: @prakarsamusic
Prakarsa
Makassar, Indonesia