SHEFFIELD — Puluhan tahun perjalanan Def Leppard dari band muda asal Sheffield hingga menjadi salah satu nama besar dalam sejarah rock akan diangkat ke layar lebar melalui film dokumenter Long Live Def Leppard. Dokumenter ini dijadwalkan hadir di bioskop pada awal 2027 dan menjadi film dokumenter panjang pertama mengenai Def Leppard yang dibuat dengan persetujuan resmi dari band.
Film tersebut disutradarai oleh Jeff Feuerzeig, filmmaker yang sebelumnya menggarap dokumenter The Devil and Daniel Johnston serta Author: The JT LeRoy Story. Untuk distribusi di Amerika Utara, divisi event cinema milik Bleecker Street, Crosswalk, telah memperoleh hak atas film tersebut.
Dari Sheffield Menuju Panggung Dunia
Long Live Def Leppard akan menelusuri perjalanan band sejak awal terbentuk di Sheffield hingga berkembang menjadi grup rock dengan penggemar di berbagai penjuru dunia.

Film ini dibuat melalui kolaborasi langsung dengan para personel Def Leppard dan akan menghadirkan rekaman yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, sekaligus akses khusus terhadap para anggota band. Formasi Def Leppard yang ditampilkan terdiri dari Joe Elliott (vokal), Phil Collen dan Vivian Campbell (gitar), Rick Savage (bass), serta Rick Allen (drum).
Perjalanan tersebut membawa penonton kembali ke periode ketika Def Leppard mulai mendapatkan perhatian besar melalui album Pyromania dan Hysteria. Namun kesuksesan tersebut juga diiringi sejumlah peristiwa besar yang mengubah perjalanan band.
Dua Tragedi yang Mengubah Perjalanan Def Leppard
Salah satu bagian penting dalam kisah dokumenter ini adalah kecelakaan yang dialami drummer Rick Allen pada 1984 hingga menyebabkan ia kehilangan lengan kirinya.
Allen kemudian tetap melanjutkan kariernya bersama Def Leppard dan mengembangkan teknik bermain drum dengan satu tangan menggunakan perangkat yang disesuaikan dengan kondisinya.
Beberapa tahun kemudian, Def Leppard kembali kehilangan salah satu figur penting mereka ketika gitaris Steve Clark meninggal dunia pada 1991.
Kedua peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang band dalam menghadapi perubahan besar, sebelum akhirnya terus melanjutkan karier dan mempertahankan keberadaan mereka di panggung rock selama beberapa dekade.
Bukan Sekadar Cerita Rock Star
Menurut Feuerzeig, kisah Def Leppard tidak hanya berbicara mengenai kehidupan rock star, popularitas, atau pesta.

Sang sutradara melihat perjalanan mereka sebagai cerita sekelompok anak muda dari kelas pekerja Sheffield yang berusaha membuktikan kemampuan mereka hingga akhirnya mencapai panggung musik dunia. Feuerzeig sendiri memiliki hubungan panjang dengan musik Def Leppard. Ia pertama kali mengenal band tersebut pada 1981 melalui majalah Creem, sebelum menyaksikan mereka tampil sebagai pembuka konser Ozzy Osbourne di Asbury Park pada tahun yang sama.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari alasan personal Feuerzeig untuk terlibat dalam proyek dokumenter ini.
Arsip Langka dan Akses Eksklusif
Salah satu daya tarik utama Long Live Def Leppard adalah penggunaan rekaman yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Film ini juga dibuat dengan akses langsung terhadap para personel, sehingga perjalanan band tidak hanya dibangun melalui arsip, tetapi juga melalui keterlibatan mereka sendiri.
Secara keseluruhan, dokumenter ini akan membawa kisah Def Leppard dari akar mereka di Sheffield, kesuksesan besar lewat Pyromania dan Hysteria, berbagai kehilangan yang mereka alami, hingga keberadaan mereka sebagai band yang masih aktif sampai sekarang.
Def Leppard sendiri telah menjual lebih dari 110 juta album di seluruh dunia dan masuk ke dalam Rock & Roll Hall of Fame.
Dengan materi arsip yang belum pernah dirilis dan keterlibatan langsung para personelnya, Long Live Def Leppard akan menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan salah satu band rock Inggris melalui perspektif yang lebih dekat.
“Long Live Def Leppard” dijadwalkan tayang di bioskop pada awal 2027.