EAST LONDON — Humane kembali membuka babak baru lewat single terbarunya, “Penny Let Go”. Band beranggotakan lima musisi asal East London ini menghadirkan karakter yang lebih gelap dan luas, sekaligus memperlihatkan sisi mereka yang semakin berani mengeksplorasi ketegangan dalam musik.

“Penny Let Go” dibangun dengan sebuah hook yang terus berkembang dan terasa semakin intens. Vokal Max Hanley menjadi salah satu pusat kekuatan lagu, membawa atmosfer yang penuh kegelisahan dan ketidakpastian. Di balik energi tersebut, Humane menyimpan cerita tentang ego, keraguan, serta proses melepaskan sesuatu yang masih sulit untuk ditinggalkan.

Lahir Dalam Waktu Kurang Dari Satu Jam

Menariknya, proses kreatif “Penny Let Go” berlangsung dengan sangat spontan.

Ide utama lagu ini muncul ketika Max Hanley sedang berkendara menuju studio. Begitu tiba, ia bersama personel Humane langsung mengembangkan gagasan tersebut hingga sebagian besar materi lagu berhasil dirampungkan dalam waktu sekitar satu jam.

Kecepatan proses tersebut justru memberikan ruang bagi lagu untuk mempertahankan sifatnya yang ambigu. Hanley tidak sejak awal menentukan satu makna tertentu untuk liriknya.

Bagi Hanley, “Penny Let Go” bisa saja terdengar seperti cerita tentang uang atau seseorang. Namun, di balik interpretasi tersebut terdapat gagasan yang lebih personal mengenai ego death, penyerahan diri, dan keberanian untuk melepaskan sesuatu ketika kita sendiri tidak lagi yakin apa yang sedang dipertahankan.

Mengarah ke Fase yang Lebih Gelap

“Penny Let Go” sekaligus menandai perkembangan baru dalam arah musik Humane. Jika rilisan sebelumnya, “Kill Time”, dikenal dengan energi yang lebih agresif dan mendesak, single terbaru ini membawa Humane ke wilayah yang lebih gelap dan atmosferik.

“Kill Time” sendiri menjadi rilisan pertama Humane melalui 10k Projects dan mendapat dukungan dari sejumlah radio besar Inggris, termasuk BBC Radio 1, BBC 6 Music, dan Radio X.

Perubahan ini terasa seperti langkah lanjutan bagi Humane untuk memperluas karakter musik mereka tanpa meninggalkan energi mentah yang menjadi bagian dari identitas band.

Dari Proyek Solo Menjadi Lima Personel

Perjalanan Humane sendiri bermula dari proyek solo Max Hanley di East London. Seiring berkembangnya musik dan kebutuhan panggung, proyek tersebut kemudian berubah menjadi sebuah band beranggotakan lima orang.

Humane telah merilis dua EP secara independen dan membangun reputasi lewat berbagai penampilan live di Inggris, Eropa, hingga Australia. Mereka juga sempat tampil di sejumlah festival seperti Green Man dan SXSW Sydney, sementara musik mereka mendapat perhatian dari BBC Radio 1, BBC 6 Music, Apple Music 1, hingga Radio X.

Dibawa ke Panggung Inggris dan Eropa

Setelah “Penny Let Go” dirilis, perjalanan Humane berlanjut lewat rangkaian pertunjukan di Inggris dan Eropa.

Mereka dijadwalkan tampil sebagai pendukung Sex Mask dalam sejumlah tanggal tur September 2026. Setelah itu, Humane juga akan kembali tampil bersama Radio Free Alice dalam rangkaian konser Eropa pada November mendatang.

Dengan arah musik yang semakin gelap dan eksploratif, “Penny Let Go” terasa seperti penanda bahwa Humane sedang memasuki fase baru—lebih berani, lebih intens, dan tidak terlalu tertarik memberikan jawaban yang mudah.

“Penny Let Go” kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital, lengkap dengan video musik resminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

DONGKER RILIS ALBUM “MELANKOLIA RADIKAL”, MERANGKUM KEGELISAHAN, KEHILANGAN, DAN REALITAS SOSIAL

Bandung, 28 Agustus 2026 — Dongker resmi merilis album penuh terbaru mereka,…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…