Bandung, September 2026 — Di balik gemerlap lampu klub, musik yang berdentum, dan euforia malam, selalu ada cerita yang mungkin belum benar-benar selesai. Ruang itulah yang coba dijelajahi White Chorus lewat EP terbaru mereka, “L.U.F.S. — Love Under Flashing Strobe”, yang resmi dirilis pada 2 September 2026 melalui Microgram Entertainment.

Berisi enam lagu, EP ini mempertemukan karakter electro-pop White Chorus dengan atmosfer malam yang lebih gelap dan emosional. Alih-alih hanya berbicara tentang kesenangan di tengah keramaian, L.U.F.S. justru mengajak pendengar melihat sisi lain dari malam: tentang hubungan, rasa ragu, kehilangan, sampai usaha berdamai dengan sesuatu yang sudah berlalu.

CINTA, STROBO, DAN CERITA YANG BELUM SELESAI

Judul L.U.F.S. sendiri sengaja memiliki dua lapisan makna. Dalam dunia audio, LUFS merupakan singkatan dari Loudness Units Full Scale, istilah yang digunakan untuk mengukur tingkat loudness sebuah audio.

Namun bagi White Chorus, kepanjangan tersebut kemudian diberi arti yang lebih personal: “Love Under Flashing Strobe.”

Makna tersebut terasa cukup kuat dalam keseluruhan EP. Dunia klub dan kehidupan malam menjadi latar tempat cerita-cerita personal itu berlangsung—sebuah ruang yang penuh cahaya, suara, orang-orang, dan euforia, tetapi tidak selalu mampu mengusir rasa kehilangan.

Love Under Flashing Strobe” menggambarkan cinta yang tumbuh atau tersisa di tengah malam, lampu klub, kesenangan sesaat, sekaligus perasaan kehilangan yang datang setelahnya.

ENAM LAGU, SATU PERJALANAN EMOSIONAL

White Chorus menyusun L.U.F.S. seperti sebuah perjalanan yang bergerak dari awal hubungan hingga fase ketika seseorang harus berhadapan dengan apa yang tersisa.

EP ini dibuka dengan “Aku dan Kamu”, kemudian dilanjutkan dengan “Terakhir” dan “Melayang”. Perjalanan berlanjut melalui “Beri Aku Satu Tanda, Agar Hatiku Tak Selalu Meragu”, “Masih Ada”, sebelum akhirnya ditutup oleh “Rayakan”.

Urutan tersebut membuat L.U.F.S. terasa seperti satu cerita panjang. Ada fase ketika semuanya terasa menyenangkan, kemudian muncul ketidakpastian, jarak, kehilangan, dan pada akhirnya sebuah usaha untuk menerima serta melihat kembali kenangan dengan cara yang berbeda.

“MELAYANG” JADI PINTU MASUK

Sebelum seluruh EP dilepas, White Chorus terlebih dahulu memperkenalkan “Melayang” pada 12 Agustus 2026.

Lagu tersebut menjadi semacam pintu masuk menuju dunia L.U.F.S. “Melayang” menggambarkan seseorang yang larut dalam kehidupan malam dan keramaian kota, tetapi justru semakin sadar bahwa ada seseorang yang masih dirindukan.

Secara musikal, White Chorus membawa atmosfer yang lebih gelap melalui perpaduan elemen elektronik, trip-hop, serta sentuhan melodi pop Indonesia yang bernuansa nostalgia. Hasilnya adalah lagu yang terdengar seperti perjalanan malam: ramai di luar, tetapi tetap menyimpan ruang sepi di dalamnya.

Nuansa tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari keseluruhan cerita L.U.F.S.

WHITE CHORUS MEMBUKA SISI MALAM YANG LEBIH PERSONAL

Lewat EP ini, White Chorus tidak sekadar menjadikan klub dan kehidupan malam sebagai latar visual. Mereka menjadikannya sebagai ruang untuk membicarakan emosi yang lebih personal.

Lampu strobo, musik elektronik, keramaian, dan euforia menjadi kontras dengan perasaan yang muncul ketika seseorang harus menghadapi hubungan yang berubah atau bahkan berakhir.

Dengan enam lagu yang saling terhubung, “L.U.F.S. — Love Under Flashing Strobe” menjadi bab baru bagi White Chorus dalam mengeksplorasi electro-pop yang lebih nocturnal, sekaligus tetap mempertahankan sisi emosional yang menjadi bagian dari musik mereka. Spotify juga menempatkan EP ini sebagai rilisan terbaru White Chorus dan mencatat enam lagu di dalamnya.

Kini, “L.U.F.S. — Love Under Flashing Strobe” sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

DONGKER RILIS ALBUM “MELANKOLIA RADIKAL”, MERANGKUM KEGELISAHAN, KEHILANGAN, DAN REALITAS SOSIAL

Bandung, 28 Agustus 2026 — Dongker resmi merilis album penuh terbaru mereka,…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…