Jakarta, 28 Agustus 2026 — Sajama Cut kembali membuka lembaran lama dari proses kreatif mereka melalui “Absolute Sadness”, sebuah single yang sebenarnya telah tersimpan sejak masa pengerjaan album Cowabunga. Kini, lagu tersebut akhirnya dilepas ke publik sebagai bagian dari rangkaian Cowabunga Deluxe.

Rilisan ini hadir setelah Sajama Cut sebelumnya memperkenalkan “Debu-Debu Intan (feat. Sunwich)” sebagai pembuka proyek Cowabunga Deluxe. Jika lagu tersebut menawarkan kolaborasi dengan musisi lain, “Absolute Sadness” justru membawa pendengar kembali ke arsip internal Sajama Cut—materi yang lahir dari periode kreatif yang sama dengan Cowabunga, tetapi belum sempat masuk ke album utama.

LAGU LAMA, AKHIRNYA MENEMUKAN MOMENNYA

“Absolute Sadness” bukan materi yang baru dibuat untuk Cowabunga Deluxe. Lagu ini sudah ditulis dan direkam ketika album Cowabunga sedang dikerjakan.

Namun, pada saat itu Sajama Cut memilih untuk menyimpannya. Seiring waktu, materi tersebut tetap berada di arsip band hingga akhirnya mereka merasa inilah saat yang tepat untuk memperkenalkannya sebagai karya yang berdiri sendiri.

Menurut Marcel Thee, lagu ini memang masih memiliki hubungan erat dengan dunia yang dibangun dalam Cowabunga. Meski begitu, “Absolute Sadness” memiliki jalur emosional yang berbeda sehingga terasa lebih tepat apabila diberi ruang tersendiri, bukan hanya ditempatkan sebagai bonus track.

Keputusan tersebut membuat single ini terasa seperti sebuah potongan puzzle yang akhirnya ditemukan kembali. Pendengar tidak hanya mendapatkan lagu tambahan, tetapi juga kesempatan untuk melihat sisi lain dari proses kreatif di balik Cowabunga.

MEMPERLUAS DUNIA “COWABUNGA”

Album Cowabunga sendiri menjadi fase penting dalam perjalanan Sajama Cut setelah Godsigma pada 2020. Album tersebut memperlihatkan bagaimana band indie rock asal Jakarta ini terus membuka ruang eksplorasi baru tanpa meninggalkan karakter penulisan mereka yang kuat.

Kini, melalui Cowabunga Deluxe, Sajama Cut seperti kembali membuka pintu ke periode tersebut.

Di satu sisi, mereka menghadirkan interpretasi baru terhadap materi yang sudah dikenal lewat kolaborasi. Di sisi lain, mereka menggali kembali lagu-lagu yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai bagian dari proses kreatif.

“Absolute Sadness” berada di sisi kedua.

Lagu ini menjadi bukti bahwa dalam sebuah proses rekaman, tidak semua materi harus langsung keluar pada waktunya. Ada karya yang membutuhkan waktu lebih panjang sebelum akhirnya menemukan tempat yang tepat.

ARSIP YANG BERUBAH MENJADI RILISAN

Menariknya, kehadiran “Absolute Sadness” tidak sekadar menambah jumlah lagu dalam Cowabunga Deluxe. Rilisan ini juga memberikan perspektif berbeda terhadap album yang telah diperkenalkan Sajama Cut setahun sebelumnya.

Jika Cowabunga sebelumnya dapat dilihat sebagai satu kesatuan karya, “Absolute Sadness” kini memperlihatkan bahwa masih ada cerita lain yang berlangsung di balik proses pembuatannya.

Dengan membuka kembali arsip tersebut, Sajama Cut memberikan kesempatan bagi pendengar untuk menyusuri kembali periode kreatif Cowabunga dari sudut yang berbeda.

“Absolute Sadness” resmi tersedia di seluruh platform musik digital sejak 28 Agustus 2026. Lagu ini menjadi bagian terbaru dari perjalanan Cowabunga Deluxe, sekaligus sebuah materi lama Sajama Cut yang akhirnya mendapatkan kesempatan untuk didengar secara luas.

Sumber foto yang relevan: materi foto Sajama Cut yang digunakan media lain mencantumkan kredit Dok. Sajama Cut/Demajors.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…

COLDIAC BAWA NAMA MALANG KE PANGGUNG F1, SIAP TAMPIL DI SINGAPORE GRAND PRIX 2026

Malang, Jawa Timur — 15 Agustus 2026 — Setelah sebelumnya membawa musik…