Malang, 17 Agustus 2026 — Band punk rock SATCF kembali menghadirkan karya terbaru melalui single “For The Worst”, yang dirilis bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan Indonesia. Lagu ini menjadi salah satu materi yang dipersiapkan untuk album penuh terbaru SATCF sekaligus memperlihatkan sisi musikal mereka yang sedikit lebih eksploratif.

Diperkuat oleh Adit (vokal/bass), Cahaya Acoy (gitar/backing vocal), Jefri (gitar/backing vocal), Oneding (keyboard/backing vocal), dan Jaka (drum), SATCF tetap membawa karakter yang selama ini melekat pada mereka: sederhana, jujur, tegas, dan liar. Namun kali ini, energi tersebut hadir melalui pendekatan yang sedikit lebih tertahan dengan sentuhan alternative rock dan grunge era 90-an.

DARI FRUSTASI, KEHILANGAN, HINGGA SIKLUS YANG BERULANG

For The Worst” ditulis oleh Adit dan dikerjakan bersamaan dengan single SATCF sebelumnya, “Keep It Moving (K.I.M)”, yang dirilis pada Desember 2025.

Secara lirik, lagu ini berangkat dari perasaan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: frustasi, kehilangan, serta situasi buruk yang seolah terus berulang. SATCF tidak mencoba membungkus perasaan tersebut menjadi sesuatu yang manis. Sebaliknya, mereka membiarkannya terdengar apa adanya.

Menurut Adit, keputusan merilis lagu ini pada 17 Agustus juga memiliki alasan tersendiri. Bagi SATCF, momentum tersebut terasa relevan dengan berbagai hal yang sedang dirasakan banyak orang, baik mengenai kondisi di sekitar mereka maupun persoalan hubungan dan kehidupan personal.

Ada kalanya berbagai persoalan datang secara bersamaan dan membuat semuanya terasa tidak baik-baik saja. “For The Worst” lahir dari situasi tersebut.

PUNK ROCK YANG BERTEMU ALTERNATIVE ROCK

Dari sisi musik, “For The Worst” dibangun lewat riff gitar yang gritty, distorsi, repetisi, dan dinamika yang lugas. Dibandingkan karakter punk rock SATCF yang selama ini dikenal, single ini bergerak sedikit lebih jauh menuju alternative rock.

Meski begitu, semangat perlawanan yang menjadi bagian dari DNA punk mereka tidak hilang. Energi tersebut justru dipindahkan ke dalam lirik dan pesan yang dibawa lagu.

Salah satu bagian pentingnya muncul melalui kalimat:

“We aim for the best, we gotta do it again, for the worst.”

Kalimat tersebut menjadi gambaran kontradiktif mengenai kondisi yang sedang dihadapi banyak orang. Ada keinginan untuk berharap pada sesuatu yang terbaik, tetapi di saat bersamaan muncul rasa sinis dan pasrah ketika harus bersiap menghadapi kemungkinan paling buruk.

Pada akhirnya, “For The Worst” terasa seperti sebuah pengakuan sederhana: ketika keadaan terus memaksa kita menghadapi hal-hal buruk, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk terkadang menjadi satu-satunya pilihan.

Lebih dari dua dekade berjalan sebagai band, SATCF kini memasuki fase yang mereka sebut sebagai #DADROCKFORLIFE. Meski perjalanan dan kehidupan para personelnya telah berubah, komitmen untuk terus berkarya bagi keluarga sekaligus pendengar tetap mereka pertahankan.

For The Worst” juga bukan menjadi pemberhentian terakhir. SATCF masih menyiapkan beberapa single berikutnya sebelum album penuh terbaru mereka rampung.

Album tersebut ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2027, dengan rencana menghadirkan 10 lagu dan dirilis pada kuartal kedua 2027.

Lewat “For The Worst”, SATCF kembali membuktikan bahwa bertambahnya usia tidak berarti energi untuk berisik harus ikut padam.

Lebih dari 20 tahun berjalan, mereka masih memilih untuk memainkan musik dengan cara mereka sendiri—kali ini dengan suara yang sedikit lebih gelap, lebih reflektif, tetapi tetap membawa semangat punk rock yang tidak mau menyerah.

“For The Worst” kini tersedia di berbagai layanan streaming digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

COLDIAC BAWA NAMA MALANG KE PANGGUNG F1, SIAP TAMPIL DI SINGAPORE GRAND PRIX 2026

Malang, Jawa Timur — 15 Agustus 2026 — Setelah sebelumnya membawa musik…