Palembang, 17 Agustus 2026 — Band metallic hardcore asal Palembang, GREIZE, resmi merilis maxi single “EGOISM” dan “DOGMA”. Dua lagu ini menjadi pembuka dari rangkaian cerita konseptual yang mengangkat persoalan keyakinan, ego, kekuasaan, penindasan, hingga perlawanan manusia.

Dirilis di berbagai platform streaming digital pada 17 Agustus 2026, “EGOISM” dan “DOGMA” tidak hadir sebagai dua lagu yang berdiri sendiri. Keduanya menjadi bagian dari trilogi bersama “Tirani Belati”, yang telah lebih dulu diperkenalkan GREIZE pada 2025.

GREIZE sendiri terbentuk pada 2025 dan diperkuat oleh Dzaky (vokal), Erick dan Dimas (gitar), Yuki (bass), serta Daka (drum). Sejak awal, mereka membawa pendekatan musik yang agresif dengan materi yang berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi sosial dan sisi gelap manusia.

Riff-riff berat, vokal penuh amarah, serta lirik yang tajam menjadi medium GREIZE untuk menyampaikan gagasan tersebut.

“EGOISM”: KETIKA EGO BERUBAH MENJADI KEHANCURAN

Melalui “EGOISM”, GREIZE menyoroti manusia yang menempatkan kepentingan pribadi, ego, dan ambisi kekuasaan di atas moral serta kemanusiaan.

Lagu ini menggambarkan sosok yang terlalu larut dalam kekuasaannya sendiri. Merasa paling benar dan tidak tersentuh, ia justru meninggalkan kehancuran di sekelilingnya.

Gambaran mengenai neraka, dosa, dan alam baka yang muncul dalam materi lagu digunakan sebagai metafora atas konsekuensi dari tindakan manusia, bukan sebagai serangan terhadap keyakinan tertentu.

Secara emosional, “EGOISM” membawa satu rangkaian sebab-akibat: ego melahirkan ambisi, ambisi menghasilkan kehancuran, dan kehancuran akhirnya kembali kepada mereka yang menciptakannya.

“DOGMA”: SAAT KEYAKINAN MEMATIKAN AKAL SEHAT

Sementara “EGOISM” berbicara tentang kehancuran yang lahir dari ego dan kekuasaan, “DOGMA” mengambil sisi lain dari persoalan tersebut.

Lagu ini mempertanyakan kondisi ketika seseorang begitu yakin terhadap suatu keyakinan hingga tidak lagi memberikan ruang bagi keraguan, logika, maupun pemikiran kritis.

Gagasan tersebut terangkum dalam penggalan lirik “Krisis akal akan logika, tanpa jeda mengikis asa”, yang menjadi salah satu inti pesan lagu. GREIZE menggambarkan bagaimana hilangnya kebiasaan untuk mempertanyakan sesuatu dapat membuat manusia semakin mudah menerima pembenaran atas tindakan yang destruktif.

Pada titik tersebut, keyakinan yang seharusnya menjadi pegangan justru dapat berubah menjadi alat untuk membangun ambisi dan pembenaran.

DOGMA → EGOISM → TIRANI BELATI

Menariknya, dua lagu baru ini memiliki posisi yang jelas dalam konsep besar GREIZE.

Ketiga karya tersebut disusun sebagai sebuah alur:

“DOGMA” menjadi awal ketika keyakinan mutlak mulai mengikis akal sehat dan membuka jalan menuju penindasan.

Kemudian “EGOISM” menggambarkan bagaimana keyakinan tersebut bertemu dengan ambisi dan kekuasaan hingga berubah menjadi kehancuran.

Sementara “Tirani Belati” menjadi bagian ketika mereka yang berada di bawah tekanan akhirnya memilih untuk melawan.

Dengan demikian, trilogi ini bergerak dari lahirnya dogma, munculnya tirani, hingga terciptanya perlawanan.

“Ketika keyakinan tidak lagi boleh dipertanyakan, ketika dogma bertemu kekuasaan, ego menjadi hukum. Ketika itu terjadi, kehancuran menjadi konsekuensi. Ketika konsekuensi menjadi kehancuran, maka akan ada perlawanan.”

Lewat “EGOISM” dan “DOGMA”, GREIZE tidak sekadar menawarkan musik dengan energi agresif. Mereka menggunakan musik sebagai ruang untuk membicarakan sisi manusia yang sering kali tidak nyaman untuk dilihat: ego, fanatisme, penyalahgunaan kekuasaan, serta konsekuensi yang muncul ketika semuanya dibiarkan berkembang tanpa pertanyaan.

“EGOISM” dan “DOGMA” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Maxi single ini menjadi babak terbaru dari perjalanan GREIZE sekaligus bagian penting menuju penyelesaian trilogi konseptual mereka bersama “Tirani Belati”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…

ANXIOUS KEMBALI DENGAN “DON’T MOVE”, SAAT CINTA YANG RETAK TAK LAGI BISA DIPAKSA UTUH

Band rock alternatif asal Amerika Serikat, Anxious, membuka babak baru lewat single…

BARRY CAN’T SWIM BAWA NUANSA FRENCH TOUCH KE ERA BARU LEWAT “DANCE DANCE DANCE!”

Edinburgh, Skotlandia — Produser dan DJ asal Skotlandia Barry Can’t Swim kembali…

HELLBOND LEPAS EP DEBUT BOND FOR THIS, MERANGKAI AMARAH, KEHANCURAN, HINGGA KEBEBASAN

Bogor, 21 Agustus 2026 — Proyek solo HellBond resmi memperkenalkan EP perdana…