Jakarta, 2026 — Setelah membuka perjalanan LSIH (Lalahuta Sings Indonesian Hits) lewat “Hebat”, Lalahuta kembali menghadirkan interpretasi baru terhadap salah satu lagu populer Indonesia melalui “Cobalah Untuk Setia”. Lagu ciptaan Rieka Roeslan yang sebelumnya dipopulerkan oleh Krisdayanti ini menjadi bagian berikutnya dari misi Lalahuta untuk membawa kembali karya-karya penting musik Indonesia kepada pendengar lintas generasi.

Bagi Lalahuta, proyek LSIH bukan sekadar menghadirkan ulang lagu yang pernah menjadi hit. Setiap lagu dipilih karena memiliki cerita dan emosi yang masih relevan untuk dibicarakan hingga hari ini.

“Cobalah Untuk Setia” menjadi salah satu karya yang memiliki daya tarik tersebut. Tema mengenai komitmen, kepercayaan, dan mempertahankan sebuah hubungan membuat lagu ini tetap dekat dengan pengalaman banyak orang, bahkan setelah melewati waktu yang panjang sejak pertama kali dikenal publik.

Alih-alih membuat versi yang hanya mengikuti bentuk aslinya, Lalahuta memberikan interpretasi yang lebih dekat dengan karakter musikal mereka saat ini. Pop rock dengan sentuhan orkestral menjadi fondasi aransemen baru, menciptakan nuansa yang lebih luas dan sinematik tanpa menghilangkan emosi utama dari lagu tersebut.

“Lewat LSIH, kami belajar bahwa lagu yang baik selalu punya ruang untuk tumbuh bersama pendengarnya. ‘Cobalah Untuk Setia’ adalah salah satu lagu yang menurut kami masih punya banyak cerita untuk disampaikan hari ini,” ujar Kevin Widaya, vokalis Lalahuta.

Dalam proses produksinya, Lalahuta kembali menggandeng Mecko Kaunang sebagai produser dan Boni Eko sebagai co-producer. Warna orkestral dalam lagu diperkuat melalui permainan string oleh Ronald Stevens, sementara Rayendra Sunito menangani proses mixing sekaligus mastering.

Dari sisi vokal, proses pengerjaan turut mendapat arahan dari Mohammed Kamga sebagai Vocal Director. Sementara itu, Boni Eko mengisi drum dan Allain Hizkia memainkan bass dalam versi terbaru “Cobalah Untuk Setia”.

LSIH BUKAN SEKADAR COVER

Melalui LSIH, Lalahuta mencoba menciptakan ruang baru bagi lagu-lagu Indonesia yang sudah memiliki tempat dalam ingatan pendengarnya.

Bagi mereka, menginterpretasikan kembali sebuah lagu bukan berarti menggantikan versi sebelumnya. Sebaliknya, proyek ini menjadi cara untuk mempertemukan karya lama dengan pendekatan musikal baru, sekaligus memperkenalkannya kembali kepada generasi yang mungkin belum memiliki kedekatan dengan lagu tersebut.

“Cobalah Untuk Setia” menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Dan perjalanan LSIH masih berlanjut. Lalahuta mengungkapkan bahwa masih ada satu rilisan lagi untuk LSIH Part II, yang kali ini akan mempertemukan mereka dengan seorang DJ dan produser musik ternama Indonesia. Identitas kolaborator tersebut masih dirahasiakan.

Kolaborasi tersebut nantinya akan menjadi eksplorasi baru bagi Lalahuta, mempertemukan karakter pop-rock mereka dengan pendekatan musikal yang berbeda, namun tetap mempertahankan esensi dari lagu yang diinterpretasikan.

Dengan tiga rilisan yang saling terhubung, LSIH Part II dijadwalkan hadir secara penuh pada 2026, melanjutkan perjalanan yang sebelumnya dimulai melalui LSIH Part I pada 2024.

Bagi Lalahuta, proyek ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pencipta lagu Indonesia sekaligus upaya untuk memastikan karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai nostalgia.

“Cobalah Untuk Setia” menjadi bukti bahwa sebuah lagu bisa mendapatkan kehidupan baru tanpa harus kehilangan cerita yang membuatnya berarti.

CREDITS

Performed by: Lalahuta
Written by: Rieka Roeslan
Executive Producer: Boni Eko
Produced & Arranged by: Mecko Kaunang
Drums: Boni Eko
Bass: Allain Hizkia
String Orchestra: Ronald Stevens
Vocal Director: Mohammed Kamga
Mixed & Mastered by: Rayendra Sunito
Vocal & Drums Recorded at: Studio 168
Recording Engineer: Fay Ismail

TENTANG LALAHUTA

Terbentuk di Jakarta pada 2013, Lalahuta merupakan band yang menempatkan cerita sebagai salah satu elemen penting dalam karya mereka. Memasuki formasi baru sejak 2024, Lalahuta kini diperkuat oleh Kevin Widaya (vokal), Beno Louloulia (gitar), Allain Hizkia (bass), dan Boni Eko (drum).

Musik mereka bergerak di antara pop, rock, dan nuansa sinematik, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada kekuatan emosi dan cerita.

Selain menghasilkan materi orisinal, Lalahuta juga mengembangkan LSIH (Lalahuta Sings Indonesian Hits) sebagai proyek jangka panjang untuk menginterpretasikan kembali lagu-lagu Indonesia melalui sudut pandang musikal mereka sendiri.

Lewat LSIH, Lalahuta ingin menunjukkan bahwa lagu yang bagus tidak pernah benar-benar selesai—ia bisa terus menemukan pendengar, makna, dan kehidupan baru di setiap generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…

ANXIOUS KEMBALI DENGAN “DON’T MOVE”, SAAT CINTA YANG RETAK TAK LAGI BISA DIPAKSA UTUH

Band rock alternatif asal Amerika Serikat, Anxious, membuka babak baru lewat single…

BARRY CAN’T SWIM BAWA NUANSA FRENCH TOUCH KE ERA BARU LEWAT “DANCE DANCE DANCE!”

Edinburgh, Skotlandia — Produser dan DJ asal Skotlandia Barry Can’t Swim kembali…

HELLBOND LEPAS EP DEBUT BOND FOR THIS, MERANGKAI AMARAH, KEHANCURAN, HINGGA KEBEBASAN

Bogor, 21 Agustus 2026 — Proyek solo HellBond resmi memperkenalkan EP perdana…