Jakarta, September 2026 — Rumah tidak selalu menjadi tempat paling nyaman untuk pulang. Di balik keluarga yang terlihat baik-baik saja, bisa saja ada konflik, jarak, dan luka yang tidak pernah benar-benar dibicarakan.
Realitas tersebut menjadi titik berangkat Pee Wee Gaskins (PWG) bersama Boniex dari for Revenge dalam single terbaru mereka, “(R)u(N)tuh”. Lagu ini mengangkat pengalaman anak-anak yang tumbuh di tengah kondisi keluarga yang tidak harmonis, sekaligus membicarakan bagaimana mereka mencari rasa aman ketika rumah justru terasa asing.

Gagasan lagu ini berawal dari kampanye yang digagas Dochi Sadega untuk mengumpulkan cerita dari orang-orang yang pernah mengalami situasi broken home. Berbagai respons dan pengalaman yang dibagikan melalui Threads kemudian menjadi bahan emosional yang dikembangkan ke dalam lirik lagu.
KETIKA “BERTAHAN” TIDAK SELALU BERARTI BAIK-BAIK SAJA
“(R)u(N)tuh” mengambil sudut pandang seorang anak yang melihat kedua orang tuanya tetap mempertahankan hubungan demi keluarga.
Dari luar, keputusan tersebut mungkin terlihat seperti bentuk perjuangan. Namun, bagi sang anak, hidup dalam rumah yang dipenuhi jarak dan ketidakbahagiaan justru dapat meninggalkan luka yang panjang.
Rumah yang semestinya menjadi ruang untuk merasa aman perlahan kehilangan fungsi tersebut. Pada akhirnya, anak mencari tempat lain untuk mendapatkan penerimaan dan rasa nyaman yang tidak ia temukan di rumahnya sendiri.
Lewat lagu ini, PWG tidak sekadar bercerita tentang keluarga yang retak. Mereka mencoba melihat persoalan tersebut dari posisi anak yang sering kali berada di tengah konflik, tetapi tidak memiliki kendali atas keputusan orang dewasa di sekitarnya.
BONIEX MEMBAWA WARNA BERBEDA KE DALAM PWG
Kolaborasi dengan Boniex muncul secara natural dari proses kreatif lagu. Setelah Dochi menyusun lirik, Boniex ikut membantu menemukan notasi yang sesuai dengan karakter cerita yang ingin disampaikan.
Suara Boniex kemudian menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer lagu. Pertemuan vokalnya dengan Sansan menghadirkan warna baru, tetapi tetap mempertahankan identitas musikal Pee Wee Gaskins.
Bagi PWG, eksplorasi tema seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Mereka sebelumnya pernah membawa sisi reflektif melalui lagu seperti “Selama Engkau Hidup” dan “Be Brave And Carry On”.
Kali ini, energi tersebut diarahkan pada cerita yang lebih dekat dengan persoalan keluarga dan luka personal.
“Pop-punk enggak selamanya harus ceria. Lewat lagu ini, kami ingin membawa cerita yang berat dengan cara yang tetap jujur dan dekat dengan pendengar,” ungkap PWG.
BUKAN SOAL MENYALAHKAN PERCERAIAN
Meski berbicara mengenai keluarga yang retak dan kemungkinan perpisahan orang tua, “(R)u(N)tuh” tidak dibuat untuk menghakimi perceraian.
Lagu ini justru membuka pertanyaan yang lebih penting: apakah mempertahankan sebuah keluarga secara bentuk selalu berarti semua orang di dalamnya baik-baik saja?
Menurut Dochi, ia tidak berharap lagu ini mengubah cara orang memandang perceraian atau konsep keluarga. Ia hanya ingin cerita yang dibawa lagu ini dapat menemukan pendengar yang pernah mengalami situasi serupa.
Pendekatan tersebut membuat “(R)u(N)tuh” terasa lebih sebagai ruang untuk memahami daripada menghakimi.
UNTUK MEREKA YANG PERNAH MERASA SALAH
Salah satu pesan terpenting dalam lagu ini diarahkan kepada anak-anak yang tumbuh di tengah konflik keluarga.
Mereka bukan penyebab dari apa yang terjadi. Mereka juga tidak seharusnya dipaksa memilih salah satu pihak. Yang tidak kalah penting, mereka tetap memiliki hak untuk menyayangi kedua orang tuanya sekaligus membangun kehidupan yang bahagia.
Dochi melihat bahwa terkadang orang terlalu fokus mempertahankan bentuk keluarga hingga lupa pada kebutuhan paling mendasar dari orang-orang di dalamnya: rasa aman dan kebahagiaan.
“Bertahan enggak selalu berarti semuanya akan menjadi lebih baik. Ada kalanya menerima dan melepaskan justru menjadi pilihan terbaik untuk semua orang,” lanjut Dochi.
“(R)U(N)TUH” BUKAN AKHIR, TAPI AJAKAN UNTUK MEMULAI LAGI
Pada akhirnya, lagu ini tidak berhenti pada cerita tentang rumah yang runtuh.
“(R)u(N)tuh” membawa pesan tentang menerima keadaan, berdamai dengan pengalaman masa lalu, dan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk melanjutkan hidup. PWG dan Boniex berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasa sendirian ketika menghadapi persoalan keluarga.
Secara musikal, lagu ini ditulis oleh Reza Omo, Dochi Sadega, dan Boniex, kemudian diproduksi oleh Renaldy Prasetya, Harry Pramahardhika, dan Sansan. Proses mixing dan mastering ditangani Praditya Eka Putra dari Invasion Studio.
Kini, “(R)u(N)tuh” sudah tersedia di seluruh platform musik digital.
Dan mungkin, untuk sebagian pendengar, lagu ini bukan cuma tentang keluarga yang runtuh—tetapi tentang menyadari bahwa anak yang tumbuh di dalamnya juga berhak menemukan rumah yang terasa aman.
Secara eksternal, rilisan ini juga sudah tercatat sebagai single terbaru Pee Wee Gaskins di Spotify, dengan Boniex sebagai kolaborator.