Nashville, Amerika Serikat — Menjelang kelahiran album debut mereka, The Sewing Club kembali membuka sisi personal lewat single terbaru “Complicated”. Lagu ini menjadi salah satu bagian dari album Sew yang akan dirilis pada 2 Oktober 2026 melalui Born Losers Records.
Diperkuat oleh Hannah McElroy (gitar, vokal), Stephen Meaux (gitar, bass), Justin McKinney (gitar), dan Zach McCoy (drum, vokal), The Sewing Club dikenal lewat perpaduan indie-pop dengan gitar fuzz yang tebal. Karakter tersebut membawa mereka ke wilayah yang beririsan dengan alternative rock, grunge, hingga indie rock modern.
Lahir di Tengah Perjalanan Tur
“Complicated” memiliki cerita yang cukup personal. Lagu ini mulai terbentuk ketika The Sewing Club sedang menjalani tur bersama Chokecherry.
Proses pengerjaannya bahkan tidak berlangsung di studio dengan kondisi ideal. Para personel mengembangkan materi tersebut dari sebuah ruang tunggu di Boston, kemudian mengirimkan file kepada Aron Kobayashi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Menurut The Sewing Club, “Complicated” merupakan salah satu lagu yang mengalami perubahan paling besar selama proses pengerjaan Sew.
Saat lagu tersebut ditulis, kekasih salah satu personel sedang menjalani rehabilitasi. Situasi itu kemudian menjadi latar emosional bagi sebuah lagu tentang keinginan membantu seseorang keluar dari persoalannya, sekaligus menyadari bahwa ada batas yang tidak bisa dilewati seseorang untuk menyelesaikan masalah orang lain.
Pada akhirnya, “Complicated” berbicara tentang rasa sayang, ketidakberdayaan, dan rumitnya keinginan untuk memperbaiki sesuatu yang sebenarnya berada di luar kendali kita.
Gitar Fuzz dan Cerita Memasuki Usia 20-an
“Complicated” juga memberikan gambaran mengenai dunia musikal yang sedang dibangun The Sewing Club melalui Sew.

Album ini ditulis dalam perjalanan antara rumah dan berbagai kota selama mereka menjalani aktivitas sebagai band. Untuk proses rekaman, mereka kembali bekerja bersama kolaborator lama Calvin Lauber.
Secara tematik, Sew banyak mengambil inspirasi dari pengalaman memasuki usia 20-an—masa ketika kehidupan mulai berubah tanpa selalu disadari.
Pertemanan yang sebelumnya terasa dekat bisa perlahan menjauh. Hubungan dapat berakhir, sementara orang-orang yang dulu dianggap akan selalu ada mulai mengambil jalan masing-masing.
The Sewing Club mencoba menangkap fase tersebut tanpa membuatnya terdengar terlalu rapi. Musik mereka justru mempertahankan tekstur gitar yang kasar, distorsi yang tebal, serta hook yang mudah menempel.
Tidak Mengejar Debut yang Sempurna
Sejumlah nama seperti Veruca Salt, The Breeders, Wishy, Punchlove, dan Slow Pulp turut menjadi referensi dalam membentuk karakter Sew. Hasilnya adalah materi yang berada di antara nostalgia rock alternatif, indie-pop, dan energi basement show.
Namun, The Sewing Club tidak menjadikan kesempurnaan sebagai tujuan utama album ini.
Alih-alih berusaha menciptakan debut yang terdengar sempurna, mereka memilih membuat album yang memang ingin mereka dengarkan sendiri. Karena itu, Sew terasa seperti dokumentasi sebuah band yang masih terus berkembang dan menemukan bentuknya di tengah perjalanan.
Sew Siap Membuka Babak Baru
Setelah “Complicated”, Sew akan hadir dengan total 10 lagu, yaitu “Complicated”, “Alright Ok”, “Bark”, “Drop C”, “Strange 2”, “Sympathy”, “Adore”, “Movie Star”, “Losing Me Now”, dan “Heavymetal”.
Album debut tersebut kemudian akan membawa The Sewing Club ke rangkaian tur panjang pada musim gugur 2026. Mereka dijadwalkan tampil di berbagai kota di Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat, termasuk sejumlah pertunjukan bersama Softcult, Kurt Travis, dan Chase Petra.
Lewat “Complicated”, The Sewing Club memberikan potongan awal dari Sew: musik yang terdengar kasar namun tetap melodis, personal tetapi tidak berlebihan, serta merekam fase kehidupan ketika semuanya terasa sedang berubah.