Tailwhip, pendatang baru di skena musik alternatif Indonesia, resmi memperkenalkan diri melalui debut single “I Think I’ve Said Enough”. Lagu ini mengangkat tema kelelahan emosional, miskomunikasi, dan sisa patah hati yang masih tertinggal setelah sebuah hubungan berakhir.

Dengan pengaruh dari alternative rock, punk, dan indie pop, Tailwhip memperkenalkan sound yang mereka sebut sebagai “Suburban Music”, sebuah gaya musik yang lahir dari angst, romansa, dan pengalaman tumbuh dewasa dari sudut pandang anak muda suburban. Musik Tailwhip dapat terasa dekat bagi pendengar yang familiar dengan Two Door Cinema Club, Turnstile, Paramore, Twenty One Pilots, dan Bombay Bicycle Club.

Single ini juga hadir bersama musik video yang dibangun dengan pendekatan cerita psikologis nonlinear. Ceritanya mengikuti seorang pria disorientasi yang tinggal di Bintaro, terjebak dalam hari yang terasa terus berulang setelah menerima pesan perpisahan yang berakhir dengan kalimat, “I think I’ve said enough.”

Saat ia bergerak di antara ingatan yang terpecah, gangguan emosional, dan kegagalan-kegagalan kecil, batas antara masa lalu dan masa kini perlahan mengabur. Sepanjang video, ia kembali melihat perjalanan emosional hubungannya: kehangatan di awal, jarak yang perlahan tumbuh, hingga rasa kesal yang tidak pernah benar-benar bisa dikomunikasikan oleh kedua pihak.

Cerita ini kemudian membawanya ke sebuah local show oleh band yang ternyata adalah Tailwhip, di mana musik keras, ruangan yang penuh, dan gerakan tubuh menjadi pelepasan sementara dari kelumpuhan emosional yang ia rasakan.

Berasal dari Bintaro, Tailwhip meromantisasi kehidupan suburban Bintaro sebagaimana banyak band alternatif Barat meromantisasi California suburbs dan kultur neighborhood. Band ini beranggotakan Derah Kelakan (vokal), Zefanya Tambayong (vokal), Joe Pramudio (rhythm guitar & keys), Mazaya Ardelle (bass), dan Gung Bagus (ead guitar).

Bersama-sama, mereka membangun “Suburban Music” bukan hanya sebagai identitas musik, tetapi juga sebagai gambaran dunia emosional di sekitar mereka: obrolan larut malam, proses tumbuh dewasa, romansa, dan ketidakpastian. Tailwhip juga memposisikan diri sebagai bagian dari pergerakan budaya yang tumbuh dari Bintaro dan area suburban Jakarta Selatan, serta turut terlibat dalam gerakan anak muda “Club of 2000s” yang beririsan dengan musik independen, fashion, dan kultur alternatif kontemporer.

Dirilis dan dikelola oleh Modern Misfits, debut single Tailwhip ini menjadi titik awal dari narasi besar yang akan berjalan sepanjang 2026. Setelah “I Think I’ve Said Enough”, Tailwhip berencana merilis tiga single berikutnya menuju album penuh perdana mereka yang dijadwalkan rilis pada Oktober 2026.

Bersamaan dengan rangkaian rilisan tersebut, Tailwhip juga tengah mempersiapkan penampilan live, showcase, dan kegiatan berbasis komunitas untuk memperluas audiens sekaligus memperkuat gerakan alternatif suburban yang mereka representasikan. Band ini berharap dapat hadir bukan hanya sebagai proyek musik, tetapi juga sebagai cerminan budaya anak muda suburban Indonesia hari ini.

“I Think I’ve Said Enough” akan dirilis pada 20 Mei 2026 pukul 00.00 WIB di berbagai platform streaming digital. Video musik resminya akan tayang pada hari yang sama pukul 12.00 WIB.

Song Credits:
Music written & arranged by Joe Pramudio, Derah Kelakan, Gung Bagus 

Lyrics by Derah Kelakan & Joe Pramudio

Performed by Derah Kelakan, Joe Pramudio, Zefanya Tambayong, Gung Bagus, Mazaya Ardelle 

Produced by Joe Pramudio 

Recorded & engineered by Casey Leiwakabessy & Joe Pramudio 

Mixed by Casey Leiwakabessy 

Mastered by Bill Henderson (Azimuth)

Tailwhip Socials:
Instagram: @tailwhipppp
TikTok: @tailwhippppp

YouTube: @tailwhipppp

Spotify: Tailwhip

Contact Details:
Email: tailwhip.business@gmail.com

Contact Person: +62 817 4966 878 (Ajie)

 

Leave A Comment