Setelah memperkenalkan identitas musikalnya melalui single debut “Abyss”, grup vokal Mantradhara kembali dengan karya terbaru bertajuk “Yamien”. Di balik judulnya yang terdengar sederhana, lagu ini justru menyimpan konsep yang tak biasa—mengangkat makanan favorit sebagai pintu masuk menuju cerita yang bisa dimaknai dengan berbagai cara.

“Yamien” menjadi rilisan yang menandai babak baru bagi Mantradhara. Untuk pertama kalinya, grup yang diperkuat oleh Hasyakyla, Zashika Ijes, Gianna Putri, dan Tika Nistia ini lebih banyak menggunakan lirik berbahasa Indonesia, sebuah arah musikal yang akan terus mereka eksplorasi pada EP mendatang.

Menariknya, lagu ini tidak sejak awal ditulis sebagai cerita tentang semangkuk mie. Ide awal yang diusung para personel justru berangkat dari tema yang berbeda, namun kemudian mereka memutuskan untuk mengubah arah lagu menjadi sesuatu yang terasa lebih ringan sekaligus dekat dengan keseharian mereka.

“Dari semua ide yang muncul, akhirnya kami memilih mie yamien karena itu makanan yang kami semua suka,” ungkap mereka. Keputusan sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi konsep yang jauh lebih luas dari sekadar lagu tentang kuliner.

Lewat pendekatan theater of mind, “Yamien” awalnya menggambarkan kisah empat siswi SMA yang hendak membeli mie yamien di kantin sekolah, namun harus berhadapan dengan kakak kelas yang usil dan berebut makanan favorit mereka. Meski terdengar jenaka, cerita tersebut hanyalah lapisan pertama dari lagu ini.

Seiring proses kreatif berjalan, Mantradhara menyadari bahwa lirik “Yamien” dapat dimaknai secara berbeda oleh setiap pendengar. Bagi sebagian orang, lagu ini bisa dibaca sebagai kisah percintaan, hubungan yang rumit, bahkan tentang persaingan memperebutkan seseorang yang sama-sama diinginkan.

“Mie yamien itu ibarat sosok laki-laki yang manis dan disukai banyak perempuan,” jelas Gianna Putri mengenai salah satu interpretasi yang muncul dari lagu tersebut. Pendekatan multitafsir inilah yang membuat “Yamien” terasa unik dan membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan maknanya sendiri.

Secara musikal, “Yamien” tetap membawa identitas khas Mantradhara yang sulit dikotakkan dalam satu genre. Grup ini memadukan berbagai elemen musik seperti pop, hip-hop, EDM, chiptune, jazz, hingga sentuhan musik keras menjadi satu karakter yang segar dan penuh kejutan. Eksplorasi tersebut juga didukung oleh dua produser yang telah lama dikenal di skena musik independen Indonesia, Avedis Mutter (Aftercoma, Strangers) dan Faisal Triant (eks-Danger Ranger, For Revenge), yang turut menangani proses penulisan dan produksi lagu ini.

Perilisan “Yamien” sekaligus menjadi langkah awal menuju proyek yang lebih besar. Lagu ini dipastikan akan menjadi bagian dari EP terbaru Mantradhara, yang nantinya akan semakin mempertegas arah musikal mereka dengan penggunaan lirik berbahasa Indonesia.

Tak hanya itu, bersamaan dengan perilisan single di berbagai platform streaming digital, Mantradhara juga merilis video musik resmi “Yamien” dan mengungkapkan kesiapan mereka untuk mulai lebih aktif tampil secara langsung. Band ini bahkan telah menyiapkan sejumlah lagu baru yang akan diperkenalkan kepada publik melalui panggung-panggung mendatang.

Melalui “Yamien”, Mantradhara menunjukkan bahwa inspirasi bisa datang dari hal-hal paling sederhana. Sebuah semangkuk mie bukan hanya menjadi judul lagu, tetapi juga metafora yang menghubungkan kisah persahabatan, percintaan, hingga dinamika hubungan antarmanusia. Dengan pendekatan yang jenaka, nyeleneh, sekaligus penuh interpretasi, “Yamien” menjadi bukti bahwa musik pop masih mampu menghadirkan ide-ide segar tanpa kehilangan kedalaman makna.

Leave A Comment