Jakarta, 22 Juli 2026 — Setelah tiga tahun membangun identitas musikalnya, unit alternative rock asal Jakarta, HERN, akhirnya merilis album penuh perdana bertajuk Pandum. Album yang resmi mengudara di seluruh layanan streaming digital pada 22 Juli 2026 ini menjadi tonggak baru bagi perjalanan band sekaligus ruang untuk merangkum berbagai fase emosional yang mereka alami sejak pertama kali terbentuk.

Mengambil inspirasi dari falsafah Jawa “Nrimo Ing Pandum”, yang bermakna menerima segala pemberian kehidupan dengan lapang dada, HERN menjadikan Pandum sebagai refleksi atas berbagai pengalaman yang sulit dihindari. Mulai dari rasa kehilangan, kegelisahan, kemarahan, penyangkalan, hingga akhirnya menemukan penerimaan, seluruh emosi tersebut dirangkai menjadi satu narasi yang utuh dalam sepuluh lagu.

Bagi HERN, Pandum bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah perjalanan yang mengajak pendengar berdamai dengan berbagai hal yang tidak selalu bisa dikendalikan.

Album ini dibuka melalui “Serapah”, sebuah komposisi instrumental bernuansa bising yang menggambarkan riuhnya isi kepala ketika seseorang dihadapkan pada ketidakpastian. Seiring berjalannya album, HERN membawa pendengar melewati berbagai lapisan emosi melalui lagu-lagu seperti “Belenggu”, yang merepresentasikan amarah, hingga “Pergumulan”, yang berbicara tentang penolakan terhadap kenyataan.

Seluruh perjalanan emosional tersebut kemudian mencapai puncaknya di lagu “Pandum”, yang sekaligus dipilih sebagai focus track album. Lewat lirik “Segala yang melingkariku, harus terjadi padaku,” HERN merangkum pesan utama album ini: menerima setiap pengalaman hidup sebagai bagian dari proses yang membentuk manusia.

Album kemudian ditutup oleh “Pasah”, sebuah nomor yang menawarkan secercah harapan setelah melewati berbagai pergulatan batin. Penempatan lagu tersebut menjadi penegas bahwa setiap akhir bukanlah penutup, melainkan awal dari penerimaan yang baru.

Secara musikal, Pandum ditulis dan dikembangkan secara kolektif oleh seluruh personel HERN, yakni Irwansyah Mahendra (vokal), Ollie Lazuardi (gitar), Ammar Kayyis (bass), dan Arvino Naufal (drum). Seluruh proses produksi berlangsung di Sonic Bloom Studio, dengan Ollie Lazuardi bertindak sebagai produser sekaligus menangani proses mixing, sementara tahap mastering dikerjakan oleh Arvino Naufal.

Dalam proses rekamannya, HERN juga melibatkan sejumlah musisi untuk memperkaya warna musik album, di antaranya Sylvia Sjawaalz, Maseta Pratama, Alvina Farah, Khalisha Naura, dan Dalillah Siregar sebagai vokal latar, Tobias Hosea pada keyboard dan synthesizer, serta Winson Willim yang mengisi permainan gitar.

Meski baru resmi dirilis tahun ini, proses kreatif Pandum telah dimulai sejak 2023. Waktu yang panjang tersebut dimanfaatkan HERN untuk menyempurnakan setiap komposisi agar mampu menyampaikan emosi yang mereka rasakan secara jujur dan utuh.

Melalui album debut ini, HERN menegaskan identitas mereka sebagai band yang tidak hanya mengedepankan eksplorasi musikal, tetapi juga menghadirkan cerita yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Pandum menjadi pengingat bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, namun setiap pengalaman—baik maupun buruk—adalah bagian dari perjalanan yang layak diterima.

Album Pandum kini telah tersedia di seluruh platform layanan streaming digital mulai 22 Juli 2026.

Leave A Comment