PETRA SIHOMBING TUANGKAN RASA BANGGA JADI “SURAT CINTA” UNTUK ORANG-ORANG TERDEKAT

 

Petra Sihombing kembali menghadirkan karya terbaru melalui single “Bangga”, sebuah lagu yang lahir dari perasaan kagum terhadap seseorang yang telah melewati perjalanan panjang hingga akhirnya berhasil mencapai sesuatu yang diimpikannya.

Sesuai judulnya, “Bangga” berbicara tentang sebuah perasaan sederhana yang terkadang justru sulit disampaikan secara langsung. Petra menangkap momen ketika kita melihat seseorang yang sudah dikenal sejak lama perlahan berhasil melewati berbagai kesulitan dan akhirnya sampai pada titik yang selama ini mereka perjuangkan.

Menariknya, lagu ini tidak secara khusus berbicara tentang hubungan romantis. Bagi Petra, “Bangga” juga dapat menjadi bentuk ungkapan kasih kepada teman atau orang-orang terdekat yang selama ini tumbuh dan berproses bersama.

Gagasan tersebut terasa cukup personal bagi Petra. Ia mengaku bukan tipe orang yang mudah mengungkapkan perasaannya secara langsung, terutama dalam hubungan pertemanan. Karena itu, musik menjadi cara lain untuk menyampaikan sesuatu yang terkadang sulit diucapkan dalam percakapan sehari-hari.

“Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu.”

“Bangga” juga hadir melalui proses yang cukup berbeda dari kebiasaan Petra. Single ini dibuat dan dirilis tanpa persiapan panjang seperti yang biasanya ia lakukan. Justru karena prosesnya terasa spontan, Petra merasa ada momentum yang tepat untuk segera memperkenalkan lagu tersebut kepada pendengar.

Processed with VSCO with ke1 preset

Suasana hangat tersebut semakin terasa karena proses produksinya melibatkan sejumlah orang yang memiliki kedekatan dengan Petra. Sang istri, Firrina Sinatrya, ikut mengisi backing vocal, sementara tulisan “Bangga” yang digunakan dalam artwork dikerjakan oleh anak Petra. Di sisi musikal, Abenk Alter dan Rendy Pandugo turut ambil bagian, dengan proses mixing dan mastering ditangani oleh Moko Aguswan.

Keterlibatan orang-orang terdekat tersebut membuat “Bangga” terasa seperti karya yang lahir dari lingkungan personal Petra sendiri. Bukan lagu yang dibangun dari konsep besar dan rumit, melainkan sebuah ungkapan yang tumbuh dari keseharian dan hubungan dengan orang-orang yang berarti.

Secara musikal, Petra mengerjakan sebagian besar instrumen dalam lagu ini. Ia menangani vokal, drum, keyboard, bass, synthesizer, hingga sejumlah bagian gitar, sementara Rendy Pandugo turut mengisi electric guitar. Proses rekaman vokal dan instrumen dilakukan di duapuluhtiga studio, Ubud, dengan beberapa bagian gitar dan drum direkam di lokasi berbeda.

Processed with VSCO with ke1 preset

Pada akhirnya, “Bangga” bukan sekadar lagu tentang keberhasilan seseorang. Ia adalah pengingat bahwa terkadang kita tidak perlu menunggu sebuah momen besar untuk mengatakan kepada orang lain bahwa kita menghargai perjalanan mereka.

Ada orang-orang yang mungkin tidak pernah kita beri tahu secara langsung betapa bangganya kita melihat mereka tumbuh. Lewat lagu ini, Petra Sihombing menemukan cara untuk mengatakan hal tersebut.

“Bangga” kini telah dirilis di berbagai platform digital streaming dan menjadi surat cinta sederhana dari Petra Sihombing untuk mereka yang selama ini ia sayangi.

Leave A Comment