Tidak semua ide harus terdengar keras. Setelah bertahun-tahun dikenal melalui band-band yang berakar pada hardcore dan punk, sejumlah musisi dari skena tersebut kini membuka ruang baru lewat RAW BLUE, proyek yang memilih bergerak lebih pelan melalui shoegaze, alternative rock, dan slowcore.

Band yang beranggotakan personel dari No Excuse, Twisted Games, Frack, Walk Fearless, Cold Skin, The Brandals, dan Expect ini memperkenalkan diri melalui single perdana berjudul “Chronic Blue”. Lagu tersebut menjadi pintu masuk menuju warna musik RAW BLUE yang lebih atmosferik, intim, dan reflektif.
Berbeda dari musik yang selama ini dimainkan para personelnya, RAW BLUE tidak mengejar tempo cepat atau riff agresif. Mereka justru memberi ruang lebih besar bagi tekstur gitar, melodi, dan suasana. Hasilnya adalah musik yang terasa seperti bergerak perlahan, tetapi menyimpan emosi yang cukup dalam.
Namun, lahirnya RAW BLUE bukan berarti para personelnya ingin meninggalkan akar mereka di hardcore maupun punk. Proyek ini lebih terasa seperti sebuah ruang pelarian kreatif—tempat mereka bisa mengeksplorasi gagasan, emosi, dan pengaruh musik yang sebelumnya belum mendapatkan tempat di band masing-masing.
Lewat “Chronic Blue”, pendekatan tersebut mulai terlihat jelas. Nuansa gitar yang dreamy bertemu dengan penulisan lagu yang melankolis dan aransemen yang tidak berlebihan. Alih-alih memenuhi setiap ruang dengan suara, RAW BLUE justru membiarkan beberapa bagian terasa kosong agar emosi lagu dapat bernapas.
Single ini sekaligus menjadi rilisan pertama dari EP debut RAW BLUE yang akan berisi empat lagu. Dari materi pembuka ini saja, terlihat bahwa band tersebut ingin memperkenalkan sisi yang berbeda dari para personelnya—lebih personal, lebih tenang, tetapi tetap memiliki karakter yang kuat.
RAW BLUE juga bernaung di bawah Haum Entertainment, label independen asal Malang yang memiliki fokus pada musik emo, shoegaze, dan alternative. Kolaborasi tersebut terjalin secara natural melalui hubungan yang sebelumnya sudah terbangun antara Kevin dan pendiri label lewat berbagai proyek yang pernah mereka kerjakan bersama.
Menariknya, keberadaan RAW BLUE justru memperlihatkan bahwa satu musisi tidak harus terkunci dalam satu identitas. Setelah terbiasa dengan energi musik hardcore dan punk, mereka kini memilih melihat sisi lain dari diri sendiri melalui musik yang lebih luas dan emosional.

Bagi pendengar yang selama ini mengikuti band-band asal para personelnya, RAW BLUE mungkin terdengar seperti kejutan. Tetapi Chronic Blue menunjukkan bahwa perubahan tersebut bukan sebuah upaya untuk menjadi orang lain. Ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan warna yang selama ini mungkin belum terdengar.
Dengan “Chronic Blue”, RAW BLUE membuka babak pertama dari perjalanan baru mereka. Empat lagu telah dipersiapkan untuk EP debut yang dijadwalkan hadir pada akhir Juli atau Agustus 2026.
“Chronic Blue” menjadi awal dari cerita RAW BLUE—sebuah proyek yang membuktikan bahwa setelah bertahun-tahun bermain dengan suara keras, kadang seseorang juga membutuhkan ruang untuk diam, mengendap, dan bercerita dengan cara yang berbeda.