JAKARTA — Di tengah hidup yang kadang menuntut seseorang untuk terlihat baik-baik saja, Fufu Clan memilih menjadikan situasi tersebut sebagai bahan bakar karya terbaru mereka. Band ini kembali hadir lewat single “JITU”, yang resmi dirilis pada 18 September 2026 di berbagai platform streaming digital.

Mengusung warna pop-punk yang playful, “JITU” hadir dengan sentuhan elektronik, nuansa Y2K, serta pendekatan produksi yang lebih berani. Di balik musiknya yang terasa fun dan jumpy, lagu ini menyimpan cerita tentang bagaimana seseorang tetap bergerak dan bertahan ketika keadaan memaksanya untuk terus terlihat kuat.
Tentang Menjadi “Good Pretender”
Judul “JITU” sendiri memiliki arti sesuatu yang tepat sasaran, ahli, atau tidak meleset. Namun Fufu Clan memberikan makna lain melalui lagunya.
“JITU” menggambarkan sosok “good pretender”—seseorang yang mampu menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup. Ada semangat fake it till you make it, tetapi Fufu Clan tidak sepenuhnya menutup sisi lelah dan keluh kesah yang muncul di balik usaha tersebut.
Cerita itu kemudian bersinggungan dengan realitas sehari-hari. Tekanan ekonomi, kebutuhan membayar kos, listrik, cicilan, hingga kondisi ketika uang yang tersisa hanya “ceban” menjadi bagian dari pengamatan yang dituangkan Fufu Clan ke dalam lagu.
“JITU itu tentang ketangguhan masyarakat, bukan cuma untuk survive, tapi juga untuk terus berkembang dan menjalani kehidupan sehari-hari dalam keadaan yang kita tahu sendiri seperti apa.”
Berawal dari Iseng Main Gitar
Menariknya, “JITU” justru bermula dari sesuatu yang sederhana. Lagu ini lahir ketika Fufu Clan sedang mengisi waktu luang dengan bermain gitar, sebelum kemudian berkembang menjadi sebuah lagu utuh.
Penulisan liriknya dikerjakan oleh Elsa Graciela dan Hariara Hosea, sementara proses kreatif tersebut sekaligus menjadi cara Fufu Clan untuk kembali memperkenalkan eksistensi mereka kepada para “clan”, sebutan untuk pendengar mereka.
Untuk rilisan kali ini, Fufu Clan juga membuka pintu kolaborasi yang lebih luas. Demo awal dikembangkan bersama Gvmboi, kemudian produksinya dilanjutkan bersama Joe Pramudio dari Cassette Tape, Saint Mary, dan Tailwhip.
Bagian drum ditulis oleh Sidiq Nur dari Starlit dan Static Years, sementara proses mixing dan mastering ditangani Levind Sutanto.
Warna Baru Tanpa Kehilangan Identitas
Keterlibatan musisi dari luar band menjadi pengalaman baru bagi Fufu Clan. Jika sebelumnya proses produksi mereka sepenuhnya dikerjakan secara internal, “JITU” memberi ruang bagi perspektif dan ide baru untuk masuk ke dalam proses kreatif.
Meski begitu, kolaborasi tersebut tetap diarahkan agar karakter Fufu Clan tidak hilang. Hasilnya justru membuka warna yang lebih luas, sembari mempertahankan sesuatu yang masih terasa familiar bagi mereka.
Secara musikal, pendekatan “JITU” memang terasa lebih jumpy, fun, dan playful. Pop-punk menjadi fondasinya, kemudian dipertemukan dengan elemen elektronik, sentuhan hyperpop, dan atmosfer Y2K.

Tetap Gigih, Karena Kita Saling Membutuhkan
Pada akhirnya, “JITU” bukan sekadar cerita tentang berpura-pura kuat. Fufu Clan ingin lagu ini menjadi teman bagi siapa pun yang sedang menghadapi perjuangannya masing-masing.
Mereka berharap rilisan ini bisa memberikan rasa ditemani sekaligus mengingatkan bahwa seberat apa pun keadaan, kegigihan tetap menjadi bagian penting untuk terus berjalan.
Setelah “JITU”, Fufu Clan juga tengah menyiapkan music video dan materi musik berikutnya. Mereka berencana melanjutkan eksplorasi kolaborasi dengan musisi dari berbagai latar dan format musik. Rangkaian rilisan tersebut nantinya akan mengarah pada sebuah EP yang ditargetkan hadir pada 2027.
Dengan “JITU”, Fufu Clan mencoba mengemas cerita tentang tekanan hidup dengan cara yang tetap ringan, enerjik, dan mudah didekati. Karena terkadang, bertahan bukan berarti harus selalu terlihat kuat—yang penting tetap jalan dan tetap gigih.

“JITU” sudah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 18 September 2026.