KALÉ AJAK PENDENGAR BERTAHAN DI TENGAH KEPUTUSASAAN LEWAT SINGLE BARU “BIAR”

Di tengah kehidupan yang kerap dipenuhi kecemasan dan tekanan, band alternative rock Kalé memilih menghadirkan sebuah pengingat sederhana: tidak semua hal harus diselesaikan hari ini. Pesan tersebut mereka tuangkan dalam single terbaru bertajuk “Biar”, yang resmi dirilis pada 24 Juli 2026 sebagai pembuka menuju mini album terbaru mereka, Bagaimana?.

Diperkuat oleh Kakang (vokal/gitar), Adit (bass), dan Erwin (gitar), Kalé menulis “Biar” dari kegelisahan yang mereka temui di lingkungan pertemanan sendiri. Lagu ini lahir setelah menyaksikan orang-orang terdekat berjuang menghadapi tekanan hidup, kehilangan harapan, hingga munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup. Namun alih-alih menghakimi atau menawarkan jawaban instan, Kalé memilih menghadirkan ruang untuk bernapas dan bertahan.

Melalui “Biar”, Kalé ingin mengingatkan bahwa setiap orang memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda. Ketika hidup terasa tidak berpihak, bukan berarti segalanya telah berakhir. Bisa jadi, harapan itu hanya belum tiba pada waktunya.

“Tak ada yang tahu ujung duniamu.”

Kalimat tersebut menjadi benang merah dari lagu ini. Bagi Kalé, masa depan selalu menyimpan kemungkinan yang belum terlihat. Karena itu, mereka mengajak pendengar untuk tidak terburu-buru menyerah ketika keadaan terasa begitu berat.

Nuansa reflektif juga terasa kuat dalam lirik “Biar”. Lagu ini menggambarkan pergulatan antara harapan dan kenyataan—tentang keinginan manusia untuk memiliki hidup yang sempurna, sekaligus kesadaran bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai rencana. Pada akhirnya, “Biar” mengajak pendengar berhenti memaksa keadaan, berhenti mempertanyakan segala hal, dan mulai menerima hidup apa adanya tanpa kehilangan harapan.

Secara musikal, “Biar” melanjutkan eksplorasi Kalé dalam penggunaan lirik berbahasa Indonesia setelah sebelumnya memperkenalkan warna tersebut lewat single “Selamanya” yang dirilis pada 2023. Aransemen yang emosional dipadukan dengan lirik yang lugas membuat pesan lagu terasa dekat dan mudah dipahami, tanpa kehilangan kedalaman maknanya.

Proses produksi lagu ini melibatkan Varis Sechan sebagai penanggung jawab rekaman instrumen, mixing, dan mastering di Homestrack Studio, sementara sesi drum direkam di Wowma Studio oleh Azi Goodboy dengan permainan drum dari Budi Tjahjana. Lagu ini juga mendapat tambahan vokal latar dari Syafira Fitriani, sedangkan visual sampul dikerjakan oleh Weganaldi Dimyati bersama Dzikri Iman Kurnia, dengan Erwin tampil sebagai model artwork.

Lebih dari sekadar single baru, “Biar” menjadi pembuka perjalanan menuju mini album Bagaimana?, proyek yang disebut akan melanjutkan eksplorasi Kalé terhadap berbagai keresahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat lagu ini, Kalé tidak berusaha menawarkan solusi atas setiap persoalan, melainkan menemani mereka yang sedang berjuang agar tetap percaya bahwa selalu ada alasan untuk melanjutkan hidup—meski hari ini terasa begitu berat.

Leave A Comment