Jakarta — Di tengah kebiasaan untuk selalu bergerak lebih cepat, meraih lebih banyak, dan membuktikan diri kepada orang lain, menjadi nomor dua mungkin terdengar seperti sebuah kekalahan. Namun, lewat “Juara Dua”, Lafa Pratomo bersama Ari Lesmana dan White Chorus justru mengajak pendengar melihatnya dari sudut pandang yang berbeda: bagaimana jika tidak selalu menjadi yang pertama adalah pilihan yang membuat hidup terasa lebih nyaman?
Dirilis pada 6 Oktober 2026, “Juara Dua” menjadi rilisan keempat dari proyek EP Garis Tegak. Lagu ini membawa gagasan tentang resiliensi dan keberanian untuk menentukan ritme hidup sendiri, tanpa terus-menerus menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran keberhasilan.
Gagasan tersebut bukan sekadar tema yang terdengar menarik di atas kertas. Ari Lesmana, misalnya, mulai mempertanyakan rutinitas kerja yang serba cepat dan apa yang sebenarnya ingin ia kejar. Di sisi lain, White Chorus melihat kecenderungan musisi untuk terus bergegas menciptakan dan merilis karya. Bagi mereka, berkarya memang membutuhkan tujuan, tetapi tidak harus berubah menjadi perlombaan yang membuat prosesnya kehilangan makna.
Menariknya, pertemuan musikal ketiganya berawal dari enam materi yang dibawa White Chorus. Pilihan keenam akhirnya mencuri perhatian Ari berkat perpaduan drum break dan gitar akustik, ditambah melodi dengan karakter mentah yang terasa kuat. Proses pengerjaan kemudian berjalan dalam dua pertemuan utama: sesi pertama berfokus pada musik dan melodi, sedangkan sesi berikutnya menjadi ruang untuk mengembangkan lirik dari percakapan yang dicatat Lafa.
Di bagian vokal, Ari dan Friska dari White Chorus saling mengisi dengan pembagian vokal utama dan suara kedua. Setelah mendengar rekaman Friska, Ari memilih menggunakan register yang lebih rendah, menciptakan perpaduan yang memberi warna tersendiri pada lagu ini.
“Juara Dua” juga menjadi bagian dari perayaan 12 tahun perjalanan Lafa Pratomo sebagai produser musik. Dikerjakan bersama KithLabo, Garis Tegak mempertemukan 12 musisi dalam enam lagu kolaborasi. Beberapa nama lain yang ikut terlibat adalah Feby Putri bersama Matter Mos, Nadhif Basalamah bersama Hursa, serta Bilal Indrajaya bersama The Jansen.
Video lirik “Juara Dua” telah tersedia melalui kanal YouTube KithLabo, sementara video musiknya dijadwalkan menyusul satu minggu setelah perilisan singel.
Lewat lagu ini, Lafa, Ari, dan White Chorus tidak sedang mengajak siapa pun untuk berhenti bermimpi. Mereka justru menawarkan pengingat sederhana: ambisi tetap boleh dimiliki, tetapi hidup tidak harus selalu terasa seperti kompetisi. Sebab, pada akhirnya, pencapaian yang paling berarti bukan selalu tentang menjadi yang terdepan, melainkan menemukan cara untuk menjalani hidup tanpa kehilangan diri sendiri.