Jakarta, 2026 — Contemporary Art band asal Jakarta kembali menorehkan jejak baru dalam lanskap musik dengan merilis single lewat naungan Outta Sight Records untuk perilisan via Bandcamp. Pasca perilisan maxi-single beberapa waktu lalu, Contemporary Art seakan menemukan DNA musik khas hasil eksperimen mereka, yang kemudian dikembangkan lebih jauh pada single ini.

Bertajuk Pain.fm, single ini ingin mengetengahkan perasaan-perasaan terkucilkan, rasa bersalah, sekaligus berbagai penderitaan di tengah-tengah lingkungan sosial yang dewasa ini kian dingin. Secara khusus, perasaan ini kerap dipicu oleh rutinitas khas orang dewasa: bangun, bekerja, pulang, dan tidur; begitu terus sampai mati. Namun, jika ditarik lebih jauh, kesadaran akan adanya penderitaan yang lebih besar di luar sana —di tengah kekacauan dunia— membuat apa yang kita alami tidak jarang dianggap kecil dan sepele oleh orang lain. Berbagai emosi ini dibalut menjadi single beratmosfer gelap dengan lirik yang jujur, bahkan banal di beberapa baitnya.

Yang berbeda, Pain.fm justru mengedepankan unsur elektronika lewat penggunaan drum machine dan teknik sampling. Tak hanya itu, vokal yang hadir pun dilapisi dengan autotune tebal dan glitchy. Meski demikian, Contemporary Art tetap tidak kehilangan akar shoegaze dan emo yang telah membentuknya sejak awal. Tone dan riff gitar elektrik yang gahar sekaligus mengawang dikombinasikan dengan strumming gitar akustik dan notasi bass yang groovy sebagai pemanis. Pada klimaks lagu, vokal scream ala musik skramz pun hadir, menggenapkan chorus lagu yang penuh rasa marah dan putus asa. Atmosfer lagu turut dibentuk pula oleh ramainya noise dan feedback; sesuatu yang mulai dieksplorasi di maxi-single yang lalu. Pada akhirnya, Pain.fm seakan menjadi prototipe eksperimen Contemporary Art dalam warna musik mereka ke depannya.


Bersamaan dengan perilisan ini, Contemporary Art sekaligus membawa dua agenda lainnya: rebranding dan perkenalan formasi terbaru mereka. Masih beranggotakan 6 orang, posisi vokalis kini dipegang oleh Anya Silva (Presence), sedangkan drum diisi oleh Dennis Ichwan (Spitrage dan Jisatsu Youth). Ditandai dengan perilisan single ini, Contemporary Art akan tampil segar sebagai CART. Selain itu, CART juga tengah menggarap sebuah album yang rencananya akan dirilis di penghujung tahun 2026. Bersamaan dengan album, akan dirilis pula merchandise, rilisan fisik, tur, hingga rencana showcase.
Single terbaru Contemporary Art, Pain.fm sudah bisa didengarkan di berbagai layanan streaming musik mulai 26 Juni 2026.