Tidak semua kehilangan adalah tentang seseorang. Kadang yang hilang adalah versi lama dari diri kita sendiri.

“SELF EQUALIZER” adalah perjalanan melewati lima tahap kehilangan, bukan hanya kehilangan cinta, tapi kehilangan identitas, ekspektasi, dan masa lalu yang pernah terasa pasti.

Album ini bergerak seperti siklus emosi: denial, anger, bargaining, depression, acceptance. Namun tidak dalam garis lurus. Karena hidup tidak pernah linear. Ia berputar, kembali, dan akhirnya membawa kita ke bentuk baru.

Namun lebih dari itu, album ini juga menandai transformasi musikal yang berani.

Dikemas dengan nuansa yang lebih eksperimental dan eksploratif, “SELF EQUALIZER” lebih kontras dari karya Seagrass and the Waves sebelumnya. Jika sebelumnya terasa seperti satu lanskap yang menyatu, kali ini terasa ada dua hal yang berbeda di dalam satu album.

Album ini secara gamblang memperlihatkan bahwa band ini memiliki dua identitas yang selama ini hidup berdampingan: Seagrass dan Waves.

Dua sisi.
Dua energi.
Dua frekuensi.The Emotional & Sonic Arc

Phase I  (Seagrass)

Tiga track pertama merepresentasikan sisi Seagrass, tenang, introspektif, membumi.

BEING LONER (Anger)
Track pertama yang penuh amarah ini menegaskan tentang kesendirian terasa seperti pilihan, padahal sebenarnya pelarian.

OXYDATED (Denial)
Di sini, realita mulai menyentuh namun belum sepenuhnya diterima. Emosi teroksidasi oleh waktu, tapi masih disangkal. Seperti logam yang berubah warna namun tetap dianggap sama.

Ini adalah fase ketika seseorang tahu ada yang berubah, tapi memilih untuk tidak mengakuinya.

UNDER THE TREE (Bargaining)
Negosiasi sunyi dengan masa lalu. Melepaskan dengan cara yang lembut dan dewasa.

Di fase ini, nuansa sonik terasa bright outside but gloomy inside. Organik, reflektif. Seperti akar yang tetap diam di bawah tanah.

Phase II — (Waves)

Empat track terakhir menghadirkan sisi Waves yang dinamis, berani, dan lebih eksploratif secara musikal.

GUILTY PLEASURE (Bargaining and depressed)
Berkisah tentang sebuah pelarian dan keputusan impulsif terasa seperti solusi, namun justru memperdalam kekosongan. Ini adalah titik ketika negosiasi dan kelelahan emosional bertemu. Di lagu ini menunjukan dengan kontras kalau sisi waves kini lebih eksploratif dengan menyajikan flute di dalam lagunya.

FRAGMENTS OF MYSELF  (The Door to Acceptance)
Segalanya terasa pecah. Namun justru dari serpihan itu muncul kesadaran. Ada energi baru, ada ritme. Dance bukan karena luka hilang, tapi karena kita mulai menerima keberadaannya.

Lagu ini menggambarkan sebuah harapan, keinginan diri, dan pintu untuk perubahan.

DEEP BREATHE (Acceptance)
Tarikan napas panjang. Tidak ada lagi tawar-menawar. Tidak ada lagi pelarian. Hanya gratitude terhadap semua yang pernah menghancurkan dan membentuk ulang.

ROLL THE DICE (Rebirth)
Acceptance bukan akhir, melainkan awal. Hidup tetaplah probabilitas. Melempar dadu lagi dengan identitas yang telah selaras. Berjalan kedepan dengan keberanian yang tenang.

Di fase ini, eksplorasi musikal terasa lebih kontras, lebih berani, lebih terbuka pada distorsi dan dinamika. Seperti ombak yang akhirnya menemukan momentumnya.Equalizing Two Identities

Jika album sebelumnya “Pieces of Future Reflection” dulu adalah metafora dua elemen yang berdampingan, kini “SELF EQUALIZER” adalah saat keduanya benar-benar disajikan diatas meja.

Tiga lagu pertama menanam akar.
Empat lagu terakhir menjadi ombak.

Album ini secara gamblang menyatakan bahwa band ini memiliki dua identitas, sisi Seagrass yang tenang dan kontemplatif, serta sisi Waves yang eksploratif dan berani.

Di album ini, keduanya tidak lagi bersaing.
Mereka disejajarkan.
Dikalibrasi.
Diselaraskan.

“SELF EQUALIZER” adalah tentang menerima dualitas, menerima proses, dan menerima bahwa menjadi lebih baik bukan berarti menjadi berbeda sepenuhnya, melainkan menjadi lebih jujur terhadap dua sisi yang selalu ada.

And this time, both frequencies finally resonate as one. 🎧

Under the tree

Close your eyes and count to seven

can you still find me, behind the tree

i left my shadow before i go leaving you forever

will you forget me

slowly faded

wake up and perceive

Now open your eyes and go find me

then feel my shadow under the tree

never close your eyes for the past life and you’ll be free

will you forget me

slowly faded

wake up and perceive

another future awaits you behind the door

a world beyond that door is calling out for you

 

Leave A Comment