Bandung — Prejudize kembali mempertebal suara mereka lewat State to Kill, EP terbaru yang memperlihatkan eksplorasi baru unit metallic hardcore asal Bandung tersebut. Berisi lima trek, rilisan ini membawa Prejudize semakin dekat dengan karakter old-school death metal, lengkap dengan riff berat dan groove yang terasa lebih menghantam.
Dirilis pada 25 Agustus 2026, State to Kill hadir melalui kolaborasi Husted Youth Records, Disaster Records, Holding On Records, dan Brigade Records.
Lima Trek dengan Energi yang Lebih Gelap
State to Kill dibuka oleh “Born Into The Dying Ruins”, kemudian dilanjutkan dengan “Truth Decay” yang menghadirkan kontribusi REXREZ. Dua lagu tersebut menjadi pintu masuk menuju pendekatan baru Prejudize yang terasa semakin berat dan agresif.
Rangkaian EP kemudian diteruskan melalui “Endless Descent”, “Sinners Unleashed” bersama Bleach To Death, dan ditutup oleh “Bloods of Purgatory”. Kelima lagu tersebut memiliki durasi sekitar 2–4 menit, mempertahankan format yang padat tanpa memberikan banyak ruang untuk bernapas.
Dari Metallic Hardcore Menuju Death Metal
Jika sebelumnya Prejudize dikenal lewat fondasi metallic hardcore, State to Kill memperlihatkan keberanian mereka untuk mendorong formula tersebut ke arah yang lebih ekstrem.

Riff yang lebih berat, hentakan groove, serta atmosfer death metal menjadi bagian penting dalam karakter EP ini. Perubahan tersebut tidak membuat akar hardcore mereka menghilang, tetapi justru mempertemukan energi hardcore dengan pendekatan death metal yang lebih tua dan brutal.
Karakter tersebut juga terasa pada materi seperti “Sinners Unleashed” dan “Truth Decay”, yang kini tercatat sebagai bagian dari katalog terbaru Prejudize di berbagai layanan musik digital.
Prejudize Kembali Menekan Pedal Gas
Kehadiran State to Kill menjadi babak terbaru bagi Prejudize setelah sebelumnya merilis materi seperti Coward and Vague dan menghadirkan video musik “Constant Burning” pada 2023. Band asal Bandung ini sendiri telah dikenal dengan pendekatan metallic hardcore yang memadukan agresivitas hardcore dengan elemen metal.
Lewat EP terbarunya, Prejudize tampak semakin berani memperlebar batas permainan mereka. State to Kill menjadi ruang bagi mereka untuk mengolah sisi yang lebih gelap, berat, dan groove-oriented tanpa meninggalkan energi keras yang menjadi fondasi musiknya.
Dengan lima trek yang langsung menghantam sejak awal hingga akhir, State to Kill menandai fase baru Prejudize—lebih berat, lebih gelap, dan semakin dekat dengan bahasa old-school death metal.