Bintaro, Indonesia — Ada hal-hal yang sudah lama berlalu, tetapi entah bagaimana masih terus menemukan jalan untuk kembali. Percakapan yang belum selesai, rasa sayang yang bercampur kecewa, sampai kenangan yang terasa berbeda ketika diingat oleh orang yang berbeda. Bagi Tailwhip, semua itu bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan bagian dari proses tumbuh dewasa yang mereka tuangkan dalam album debut Leftover Miscellaneously Placed Angst, resmi dirilis pada 14 Oktober 2026 di seluruh platform streaming digital.

Bagi kuintet asal Bintaro ini, album tersebut bukan tentang mencari satu jawaban untuk setiap kegelisahan. Lewat sepuluh lagu, Tailwhip justru membiarkan berbagai perasaan hadir dalam bentuknya yang paling rumit. Sesuatu yang mungkin sudah bisa ditertawakan oleh satu orang belum tentu mudah dibicarakan oleh orang lain. Mereka tumbuh bersama, tetapi tidak selalu mengalami atau memahami sesuatu dengan cara yang sama.
Cerita itu berangkat dari Bintaro, tempat para personelnya tumbuh dengan Jakarta Selatan sebagai tetangga yang kerap menjadi pusat perhatian. Kedekatan geografis tersebut tidak selalu membuat mereka merasa menjadi bagian dari cerita yang sama. Dari posisi itulah Tailwhip membangun identitas yang mereka sebut sebagai Suburban Music—musik yang lahir dari keseharian, pertemanan, dan berbagai pengalaman tumbuh di pinggiran kota.


Di Leftover Miscellaneously Placed Angst, pengalaman tersebut terasa melalui cerita-cerita yang saling bersinggungan. Rasa sayang masih bertahan setelah kekecewaan, kemarahan perlahan berubah menjadi kerinduan, sementara keyakinan yang semula terasa kuat kembali dipertanyakan. Alih-alih menyusun perjalanan emosional yang lurus, Tailwhip memberi ruang bagi kontradiksi yang sering kali memang menjadi bagian dari kehidupan.
“Setiap lagu punya perjalanannya sendiri, tapi saling melengkapi,” ujar Tailwhip. Mereka menggambarkan album ini sebagai kumpulan pengalaman yang berbeda, tetapi terhubung oleh proses menuju penerimaan. Perasaan tidak selalu langsung hilang setelah dipahami. Namun, seseorang tetap bisa belajar untuk tidak terus-menerus bertengkar dengan apa yang dirasakannya.
Sebelum album penuh ini dirilis, Tailwhip telah memperkenalkan empat single, yakni “I Think I’ve Said Enough”, “I Feel Confused”, “Paint You like a Painful Hope”, dan “Stand the Rain”. Keempatnya membuka bagian-bagian berbeda dari cerita album: kelelahan dalam menjelaskan perasaan, kebingungan setelah kehilangan, harapan yang membuat seseorang sulit melepaskan, hingga momen ketika perhatian kembali tertuju pada pertemanan dan kesempatan menikmati hidup bersama.
Perubahan suasana tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan album. Tailwhip tidak terus-menerus menempatkan pendengar di ruang yang penuh perenungan. Melalui “Stand the Rain”, misalnya, mereka membawa cerita keluar dari pikiran yang berputar-putar menuju suasana malam bersama teman-teman, ketika masa depan belum tentu jelas, tetapi hidup tetap bisa dinikmati.
Pendekatan serupa akan berlanjut melalui video lirik untuk seluruh sepuluh lagu. Dalam rangkaian visual tersebut, Bintaro kembali menjadi bagian dari cerita. Kawasan yang akrab bagi para personel akan hadir berdampingan dengan lirik, membawa pendengar lebih dekat pada tempat yang membentuk perjalanan mereka.
Tailwhip diperkuat oleh Derah Kelakan dan Zefanya Tambayong pada vokal, Joe Pramudio pada rhythm guitar, keys, dan sequencer, Mazaya Ardelle pada bass, serta Gung ‘Gebe’ Bagus pada lead guitar. Sebagai generasi yang tumbuh pada era 2000-an, mereka membawa pengalaman, referensi musik, dan kepribadian masing-masing ke dalam proses kreatif band.
Di luar aktivitas bermusik, keterlibatan Tailwhip dalam gerakan Club of 2000s juga mempertemukan mereka dengan rekan-rekan seangkatan yang sedang membangun ruang kreatifnya sendiri. Perjalanan yang awalnya berangkat dari lingkaran pertemanan di Bintaro kini berkembang menjadi cerita yang bisa dibagikan kepada pendengar di luar lingkungan mereka.

Leftover Miscellaneously Placed Angst pada akhirnya bukan album tentang bagaimana semua masalah harus selesai. Tailwhip memilih berhenti sejenak, melihat kembali hal-hal yang masih tertinggal, lalu memberi ruang bagi dirinya untuk melanjutkan hidup. Sebab, terkadang menerima sesuatu bukan berarti melupakannya, melainkan menyadari bahwa kita tidak harus terus tinggal di dalam perasaan yang sama.
Album debut Leftover Miscellaneously Placed Angst dari Tailwhip tersedia mulai 14 Oktober 2026 di seluruh platform streaming digital.