Unit emo dan alternative rock asal Malang, Costive, kembali memperkenalkan karya terbaru bertajuk “Where the Ashes Hide”. Melalui single ini, mereka mengangkat cerita tentang berakhirnya sebuah hubungan, ketika kenangan yang pernah terasa dekat perlahan memudar dan seseorang yang dahulu begitu dikenal akhirnya berubah menjadi asing.

Terbentuk sejak Juni 2023, Costive kini diperkuat oleh Aldy (vokal), Poteh (lead guitar), Marcellino (rhythm guitar), Reyhan (bass), dan Ivan (drum). Lewat “Where the Ashes Hide”, mereka menghadirkan pendekatan penulisan lagu yang berfokus pada detail kecil dari sebuah perpisahan, alih-alih menggambarkan kesedihan secara langsung.

Ditulis oleh Marcellino, lagu ini menggunakan berbagai gambaran sederhana seperti ponsel yang tertelungkup, meja kosong, mantel yang tertinggal, hingga aroma bensin di udara. Detail tersebut menjadi bagian dari cerita tentang hubungan yang telah berakhir, tetapi masih meninggalkan jejak dalam ingatan.

KETIKA SESEORANG YANG PERNAH DEKAT BERUBAH MENJADI ASING

“Where the Ashes Hide” menggunakan perubahan musim, api yang padam, dan abu yang tersisa sebagai gambaran dari hubungan yang perlahan kehilangan kehangatannya.

Melalui pendekatan tersebut, Costive mencoba menangkap situasi ketika seseorang harus menerima bahwa hubungan yang pernah berarti tidak lagi dapat dipertahankan. Meski waktu terus berjalan, beberapa kenangan tetap tertinggal dan tidak mudah dihilangkan.

Memasuki bagian interlude, suasana lagu digambarkan semakin gelap dan sunyi. Cerita bergerak menuju momen ketika seseorang akhirnya pergi, sementara pihak yang ditinggalkan masih berusaha memahami perubahan yang terjadi.

“Inti dari lagu ini sebenarnya memaparkan bahwa ada masa ketika kita mengenal seseorang begitu dekat, sampai akhirnya harus menerima bahwa dia kini hanya menjadi orang asing yang pernah kita kenal,” tutur Marcellino.

Gagasan tersebut menjadi inti dari “Where the Ashes Hide”. Bukan hanya tentang kehilangan seseorang, tetapi juga tentang menerima perubahan hubungan yang sebelumnya terasa begitu dekat.

DIPRODUKSI SECARA MANDIRI DI MALANG

Proses produksi “Where the Ashes Hide” dimulai pada pertengahan Juli 2026. Marcellino bersama Costive menangani produksi lagu ini di H4ze Studio, sementara Ivan mengerjakan rekaman drum di Virtuoso Music Studio Malang.

Pengerjaan materi berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026, sebelum memasuki tahap pascaproduksi pada Oktober. Proses mixing dan mastering turut melibatkan Yudhistiro Lilo P.

Melalui proses tersebut, Costive melanjutkan eksplorasi musikal mereka dalam ranah emo dan alternative rock, dengan penulisan lirik yang menempatkan pengalaman emosional sebagai bagian utama dari cerita lagu.

SIAP MELANJUTKAN MATERI BARU DAN KEMBALI KE PANGGUNG LOKAL

Setelah menyelesaikan “Where the Ashes Hide”, Costive berencana melanjutkan produksi sejumlah materi baru di studio.

Di tengah aktivitas bermusik, beberapa personel Costive juga menjalankan usaha di bidang kuliner. Kesibukan tersebut menjadi salah satu hal yang harus mereka sesuaikan ketika menyusun agenda band, termasuk rencana untuk kembali tampil di berbagai gigs lokal.

“Untuk rencana selanjutnya setelah perilisan single ini, kami akan masih meneruskan produksi lagu lainnya di studio. Kami juga mungkin akan mengusahakan tampil di gigs-gigs lokal di sela-sela kesibukan kewirausahaan beberapa anggota kami di bidang kuliner,” ungkap Aldy.

Untuk perilisan single terbarunya, Costive kembali bekerja sama dengan Haum Entertainment, yang dipercaya menangani distribusi karya mereka pada akhir Oktober 2026.

Melalui “Where the Ashes Hide”, Costive menghadirkan cerita tentang perpisahan dari sudut pandang yang lebih personal. Sebuah gambaran tentang kenangan yang perlahan menghilang, penerimaan atas berakhirnya hubungan, dan perubahan seseorang yang dahulu begitu dekat menjadi sosok yang terasa asing.

“Where the Ashes Hide” dapat didengarkan melalui Spotify dan YouTube Music.

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

DONGKER RILIS ALBUM “MELANKOLIA RADIKAL”, MERANGKUM KEGELISAHAN, KEHILANGAN, DAN REALITAS SOSIAL

Bandung, 28 Agustus 2026 — Dongker resmi merilis album penuh terbaru mereka,…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

HUMANE BAWA SISI GELAP YANG LEBIH LIAR LEWAT SINGLE “PENNY LET GO”

EAST LONDON — Humane kembali membuka babak baru lewat single terbarunya, “Penny…