Berangkat dari pertemuan empat individu dengan latar belakang musik yang berbeda, The Stack memperkenalkan EP bertajuk “pe(r)sona”, sebuah rilisan yang merangkum berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui empat lagu di dalamnya, mereka mengangkat cerita tentang kekuasaan, kejenuhan, perbedaan, hingga usaha mempertahankan mimpi di tengah realitas yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

The Stack bermula dari obrolan sederhana antara Fay, bassist yang juga tergabung dalam Rusaliar, dan Adip sebagai vokalis. Keduanya kemudian mengajak Ryno, gitaris One Step Beyond, serta Satria pada posisi drum untuk melengkapi formasi.

Pertemuan empat personel tersebut menjadi awal terbentuknya The Stack. Dengan referensi dan pengalaman musikal masing-masing, mereka kemudian menyatukan berbagai gagasan ke dalam materi yang terangkum dalam “pe(r)sona”.

EMPAT LAGU, EMPAT PERSPEKTIF KEHIDUPAN

Melalui “pe(r)sona”, The Stack mencoba melihat kehidupan dari beberapa sudut pandang yang berbeda. EP ini memuat empat lagu, yakni “Kuasa”, “Bosan”, “Matcha” yang turut menghadirkan Salwa Aprilia, serta “Anestesi”.

Lagu pembuka “Kuasa” mengangkat persoalan tentang suara-suara yang tenggelam di tengah dominasi pihak yang memiliki kekuasaan. Tema ini menjadi salah satu bentuk keresahan yang ingin disampaikan The Stack melalui materi mereka.

Berlanjut ke “Bosan”, The Stack membawa pendengar pada situasi yang lebih dekat dengan rutinitas sehari-hari. Lagu ini membicarakan kejenuhan ketika kehidupan terasa berjalan dalam pola yang sama dan terus berulang.

Sementara itu, “Matcha” menghadirkan cerita tentang pertemuan dua manusia yang pada akhirnya memilih jalan berbeda. Dengan melibatkan Salwa Aprilia, lagu ini menjadi bagian dari eksplorasi tema hubungan dan perbedaan dalam EP tersebut.

Perjalanan kemudian ditutup melalui “Anestesi”, yang membawa gagasan tentang usaha menjaga mimpi tetap hidup ketika keadaan di sekitar semakin tidak menentu.

Keempat lagu tersebut memperlihatkan bagaimana The Stack menyusun berbagai pengalaman dan keresahan menjadi satu rangkaian cerita yang saling melengkapi.

DARI KERESAHAN HINGGA ALASAN UNTUK MERAYAKAN HIDUP

Meski banyak mengangkat persoalan yang cukup serius, “pe(r)sona” tidak sepenuhnya berangkat dari sudut pandang yang muram.

The Stack turut menyisipkan berbagai pengalaman yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian. Ada amarah terhadap keadaan, rasa bosan yang sulit dihindari, dinamika hubungan antarmanusia, hingga hal-hal sederhana seperti cheesecake dan matcha latte.

Perpaduan tema tersebut menjadi bagian dari cara The Stack menggambarkan kehidupan yang tidak selalu berjalan dalam satu suasana. Ada saat ketika seseorang merasa lelah dengan keadaan, tetapi tetap memiliki alasan untuk melanjutkan apa yang sedang diperjuangkan.

Melalui “pe(r)sona”, The Stack memperkenalkan empat cerita yang berbeda dalam satu rilisan. Sebuah gambaran tentang bagaimana manusia menghadapi berbagai situasi, menyikapi perbedaan, dan berusaha mempertahankan hal-hal yang masih dianggap berarti.

EP “pe(r)sona” menjadi perkenalan terhadap gagasan dan perspektif yang ingin dibawa The Stack melalui perjalanan bermusik mereka.

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

DONGKER RILIS ALBUM “MELANKOLIA RADIKAL”, MERANGKUM KEGELISAHAN, KEHILANGAN, DAN REALITAS SOSIAL

Bandung, 28 Agustus 2026 — Dongker resmi merilis album penuh terbaru mereka,…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

HUMANE BAWA SISI GELAP YANG LEBIH LIAR LEWAT SINGLE “PENNY LET GO”

EAST LONDON — Humane kembali membuka babak baru lewat single terbarunya, “Penny…