DELAPAN TAHUN BERJALAN, DESTINY LINE AKHIRNYA BUKA BABAK BARU LEWAT EP POTRET SUARA

Serang, Banten — Setelah melewati perjalanan panjang sejak terbentuk pada 2018, Destiny Line akhirnya memperkenalkan karya perdana mereka dalam format mini album atau EP bertajuk Potret Suara. Membawa karakter Alternative Pop Punk, rilisan ini menjadi ruang bagi Destiny Line untuk merangkum berbagai cerita emosional ke dalam lima lagu dengan warna yang berbeda-beda.

Band yang beranggotakan Adnan Ence (vokal), Iman (gitar), Alby Alfarisi (bass), dan Seno Aji (drum) tersebut menggabungkan energi khas pop punk dengan lirik yang mengangkat pengalaman dan perasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. EP ini dirilis di bawah naungan ANOR PRIVATE STUDIO.

Lima Lagu, Lima Cerita

Potret Suara tidak hadir dengan satu tema yang seragam. Justru, masing-masing lagu membawa cerita dan emosi yang berbeda.

EP ini dibuka dengan “Everyday”, lagu yang berbicara tentang perjuangan untuk tetap bertahan ketika seseorang sedang berada dalam kondisi emosional yang sulit. Di balik rasa hancur dan berbagai persoalan yang dihadapi, lagu ini membawa pesan bahwa keadaan tersebut bukan alasan untuk berhenti berjuang.

Kemudian ada “IBU”, salah satu materi yang memiliki muatan emosional paling kuat. Lagu ini merupakan bentuk penghormatan kepada seorang ibu yang tetap bertahan dan membesarkan anaknya setelah kehilangan sosok ayah. Selain menggambarkan kasih sayang seorang ibu, lagu ini juga membawa harapan agar sang ibu selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

Suasana kemudian berubah lewat “Malu Tapi Mau”. Jika dua lagu sebelumnya lebih serius dan emosional, lagu ini justru bermain dengan sisi humor. Ceritanya sederhana tentang seseorang yang pemalu, tetapi sebenarnya memiliki banyak keinginan. Pendekatan lirik yang ringan membuat lagu ini terasa lebih fun dan mudah dinikmati.

Berikutnya, “Gadis Kecil” membawa energi yang lebih positif. Lagu ini menggambarkan usaha untuk menghibur seorang gadis kecil yang sedang bersedih agar kembali tersenyum. Dengan irama ceria dan pesan optimistis, Destiny Line menghadirkan sisi mereka yang lebih hangat dan penuh semangat.

Sebagai penutup, “Dengarkan” kembali membawa pendengar ke suasana yang lebih sendu. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang berusaha melepaskan masa lalu, tetapi masih terjebak oleh kenangan dan perasaan yang belum selesai. Ada keinginan untuk didengar dan dipahami, sekaligus kesadaran bahwa tidak semua hubungan bisa berjalan seperti yang diharapkan.

Dengan lima lagu tersebut, Potret Suara terasa seperti kumpulan potongan kehidupan yang tidak selalu memiliki warna yang sama. Ada rasa sakit, kasih sayang, humor, harapan, hingga kehilangan—semuanya dirangkum dalam satu rilisan.

Kekuatan Destiny Line justru terletak pada keberanian mereka membawa berbagai tema tersebut ke dalam musik Alternative Pop Punk. Energi genre yang mereka pilih memberikan ruang bagi cerita-cerita personal untuk tetap terdengar ringan, tetapi tidak kehilangan sisi emosionalnya.

Bagi Destiny Line, Potret Suara bukan hanya menjadi debut dalam format EP. Rilisan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkenalkan identitas mereka kepada pendengar yang lebih luas setelah perjalanan yang cukup panjang sejak band terbentuk di Serang.

Dengan “Everyday”, “IBU”, “Malu Tapi Mau”, “Gadis Kecil”, dan “Dengarkan”, Destiny Line memberikan lima alasan berbeda untuk mengenal suara mereka lebih jauh.

Destiny Line kini membuka lembaran baru lewat Potret Suara—sebuah EP yang mengubah berbagai cerita, emosi, dan pengalaman menjadi satu potret musikal dari perjalanan mereka.

Leave A Comment