See Stars Somedays Berani “Pejam dan Abaikan”: Saat Menjauh Justru Jadi Cara Menyelamatkan Diri
Memasuki babak baru dengan formasi yang berubah, See Stars Somedays menggandeng Maya Zahra dan membawa energi Modern Punk yang lebih liar lewat single terbarunya.

Samarinda, 17 Agustus 2026 — Ada saatnya kita berhenti menjelaskan diri kepada orang lain. Bukan karena tidak peduli. Bukan juga karena ingin menjadi egois. Tetapi karena semakin dewasa, kita mulai sadar bahwa tidak semua hal harus mendapatkan penjelasan dan tidak semua orang harus memahami pilihan kita. Dari pemikiran tersebut, See Stars Somedays kembali dengan single terbaru berjudul “Pejam dan Abaikan”. Lagu ini menjadi pembuka menuju album terbaru mereka, sekaligus menandai babak baru perjalanan band asal Samarinda tersebut setelah mengalami perubahan personel pada awal 2026.
Formasi Baru, Energi yang Berbeda
Dalam rilisan terbaru ini, See Stars Somedays masih diperkuat oleh Rendy (Synth), Gerry (Gitar), dan Juan (Drum). Namun kali ini mereka menghadirkan Maya Zahra sebagai featuring untuk “Pejam dan Abaikan”. Kehadiran Maya bukan satu-satunya hal baru. Dari sisi musik, See Stars Somedays juga menunjukkan perubahan yang cukup terasa dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya. Jika sebelumnya mereka memiliki karakter yang berbeda, kali ini band tersebut memilih untuk bermain lebih agresif melalui warna Modern Punk. Hasilnya adalah sound yang lebih liar, enerjik, dan penuh dorongan. Perubahan tersebut terasa seperti sebuah pernyataan bahwa See Stars Somedays tidak ingin berhenti di satu titik.
“Pejam dan Abaikan” Bukan Tentang Tidak Peduli
Di balik energi musiknya yang agresif, “Pejam dan Abaikan” justru membawa pesan yang cukup personal. Rendy menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari sebuah fase ketika seseorang mulai menyadari bahwa hidup tidak harus selalu berjalan sesuai dengan ekspektasi orang lain.
“Ada satu fase ketika kita sadar bahwa hidup nggak harus selalu sesuai dengan ekspektasi orang lain.”
Namun, “Pejam dan Abaikan” bukan ajakan untuk menjadi seseorang yang egois atau tidak peduli terhadap sekitar. Justru sebaliknya.
Lagu ini berbicara tentang batasan diri—tentang memahami bahwa tidak semua hal harus dijelaskan, tidak semua orang harus dibuat mengerti, dan tidak semua hubungan harus dipertahankan jika untuk menjaganya kita harus terus mengorbankan diri sendiri.

Kadang, Tidak Merespons Adalah Pilihan
Ada fase dalam hidup ketika menjauh terasa lebih baik daripada terus memaksakan diri. “Pejam dan Abaikan” membawa gagasan tersebut dengan cukup jelas. Menurut See Stars Somedays, bertumbuh juga berarti belajar kapan harus berbicara dan kapan harus memilih diam. Mengabaikan bukan selalu berarti tidak peduli. Menjauh bukan selalu berarti membenci. Dan tidak merespons bukan berarti kalah. Dalam konteks lagu ini, semua itu bisa menjadi cara seseorang menjaga dirinya sendiri.
Sebuah proses untuk belajar bahwa kita tidak harus terus-menerus membuat orang lain nyaman jika pada akhirnya diri sendiri justru kehilangan ruang untuk bernapas.
Menuju Album Berikutnya
“Pejam dan Abaikan” juga memiliki posisi penting dalam perjalanan See Stars Somedays karena menjadi gerbang menuju album terbaru mereka. Sebelumnya, pada 2025, band ini telah merilis sebuah album yang berisi 12 track utama dan 2 bonus track. Kini, dengan formasi yang mengalami perubahan dan warna musik yang semakin agresif, See Stars Somedays kembali membuka cerita baru melalui single ini. “Pejam dan Abaikan” pada akhirnya terasa seperti sebuah bentuk pendewasaan. Tentang belajar mengatakan cukup. Tentang tidak lagi merasa harus menjelaskan semua keputusan kepada semua orang. Dan yang paling penting, tentang keberanian untuk memilih diri sendiri ketika sebuah hubungan atau keadaan mulai membuat kita kehilangan diri.
See Stars Somedays sedang memasuki fase baru. Dan kali ini, mereka memilih untuk tidak terlalu banyak menjelaskan. Mereka cukup “Pejam dan Abaikan.”