Jakarta — 19 Agustus 2026 — Setelah sebelumnya memperkenalkan karakter mereka lewat sejumlah rilisan, band rock alternatif asal Jakarta, graf, kini kembali dengan dua materi sekaligus. Bertajuk “Rahim” dan “Episode Akhir”, kedua lagu tersebut hadir dalam format maxi single dan menjadi langkah terbaru graf menuju album penuh perdana mereka yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2026.
Dua lagu ini membawa cerita yang berbeda, tetapi punya benang merah yang kuat. graf menyusun keduanya seperti dua bagian dari satu perjalanan emosional—dimulai dari kemarahan dan penyesalan, kemudian bergerak menuju kondisi ketika seseorang mulai berdamai dengan sesuatu yang sudah tidak bisa dikendalikan.
“Rahim”: Marah pada Dunia, Bertanya pada Diri Sendiri
“Rahim” menjadi salah satu rilisan penting dalam perjalanan graf karena untuk pertama kalinya Alverdio Rollando mengambil posisi sebagai vokalis utama. Karakter vokalnya bertemu dengan distorsi gitar yang tebal dan permainan rock yang kuat, menciptakan suasana yang terasa lebih keras dibandingkan sejumlah karya mereka sebelumnya.
Namun, “Rahim” bukan sekadar lagu dengan energi rock yang besar. Di balik suara yang keras, graf membawa keresahan tentang kehidupan sosial dan posisi manusia sebagai bagian dari lingkungan di sekitarnya.
Kemarahan menjadi titik awal. Dari sana, muncul penyesalan dan pertanyaan yang lebih personal: ketika seseorang terus berhadapan dengan realitas yang tidak sesuai harapan, apa sebenarnya yang membuatnya tetap memilih untuk menjalani hidup?
Pertanyaan tersebut membuat “Rahim” terasa seperti sebuah percakapan dengan diri sendiri. Bukan mencari jawaban yang mudah, melainkan mencoba memahami mengapa manusia bisa begitu mudah marah, kecewa, sekaligus merasa bertanggung jawab terhadap dunia di sekelilingnya.

“Episode Akhir”: Ketika Ingin Berhenti Bertemu Alasan untuk Bertahan
Jika “Rahim” terdengar seperti ledakan emosi, “Episode Akhir” mengambil langkah yang berbeda.
Lagu ini membawa pendengar ke situasi ketika seseorang berada di persimpangan dan tidak benar-benar tahu harus memilih jalan yang mana. Ada rasa ingin menyerah, tetapi di saat bersamaan masih tersisa sesuatu yang membuatnya bertahan.
Kontras antara keputusasaan dan harapan menjadi bagian penting dari lagu ini. Aransemennya terasa lebih lapang, tetapi bukan berarti suasananya menjadi lebih ringan. Justru ada ruang yang lebih besar untuk membiarkan berbagai pertanyaan dan emosi menggantung.
Di titik tersebut, “Episode Akhir” terasa seperti kelanjutan alami dari “Rahim”. Jika lagu pertama berbicara dari tempat yang penuh kemarahan dan penyesalan, lagu kedua menghadapi apa yang tersisa setelah semua emosi tersebut dilewati.
Dua Lagu, Satu Jalan Menuju Album Debut
Keterhubungan kedua lagu tersebut membuat maxi single ini terasa seperti bagian penting dari cerita yang lebih besar. “Rahim” dan “Episode Akhir” bukan hanya dua lagu baru, tetapi juga menjadi gambaran awal mengenai dunia yang sedang dibangun graf untuk album debut mereka.
graf sendiri merupakan kuartet yang terdiri dari Ervan Frasteantha (vokal/gitar), Dimas Putra (bass), Jozzy Ibrahim (drum), dan Alverdio Rollando (vokal/gitar). Band ini terbentuk pada akhir 2022 dan mulai memperkenalkan musik mereka melalui “Samar” pada 2023.
Perjalanan tersebut berlanjut melalui “Hingar Bingar” dan EP Sein pada 2024. Kini, dua tahun setelah EP tersebut, graf mulai membuka jalan menuju album penuh pertama mereka dengan “Rahim” dan “Episode Akhir”.
Dengan dua lagu ini, graf memperlihatkan sisi yang semakin berani: lebih gelap, lebih reflektif, tetapi tetap berangkat dari karakter rock alternatif yang menjadi identitas mereka.