SecondSet Buka Perjalanan dari Manado Lewat “Tanpa Dendam”: Ketika Luka Tak Harus Berakhir dengan Kebencian

Dari Manado untuk Indonesia, SecondSet memperkenalkan diri lewat single debut yang bicara tentang cinta, luka, tekanan hidup, dan pilihan untuk berdamai dengan masa lalu.

Jakarta, 14 Agustus 2026 — Ada luka yang tidak bisa dihapus begitu saja. Ada juga hubungan yang pernah berada di titik paling sulit, tetapi tetap menyisakan alasan untuk bertahan. Dari cerita seperti itulah SecondSet memperkenalkan diri lewat single debut mereka, “Tanpa Dendam”.

Berasal dari Manado, Sulawesi Utara, SecondSet hadir membawa warna Alternative Rock/Emo yang emosional, tetapi tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari. Band ini diperkuat oleh Dale (vokal), Andrew (gitar), Vean (gitar), Jeksen (bass), dan Nuel (drum).

Bagi mereka, musik bukan sekadar soal memainkan lagu. SecondSet ingin membuat karya yang bisa menjadi teman bagi orang-orang yang sedang menghadapi kehilangan, perjuangan, luka, ataupun harapan.

“Tanpa Dendam”, Bukan Sekadar Lagu tentang Patah Hati

Single debut ini membawa cerita yang cukup berat.

“Tanpa Dendam” bercerita tentang seseorang yang harus melewati masa tergelap dalam sebuah hubungan. Tekanan hidup, masalah ekonomi, konflik, hingga keputusan-keputusan sulit membawa pasangan dalam cerita ini ke titik terendah.

Namun, cerita tersebut tidak berhenti pada kemarahan.

Di tengah semua masalah, masih ada rasa sayang yang membuat mereka memilih untuk bertahan. Mereka mencoba menerima luka yang sudah terjadi, berdamai dengan keadaan, dan perlahan belajar memaafkan masa lalu.

Yang menarik, lagu ini bukan lahir dari cerita fiksi.

“Tanpa Dendam” terinspirasi dari kisah nyata seorang teman lama Andrew Ngantung, sang pencipta lagu. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana tekanan ekonomi dan kerasnya kehidupan dapat menguji sebuah hubungan hingga batasnya.

Dari situlah Andrew mencoba mengubah pengalaman tersebut menjadi sebuah lagu tentang cinta dan keikhlasan.

“Cinta yang tulus tidak menyisakan ruang untuk dendam atau amarah terhadap takdir, melainkan rasa ikhlas meskipun harus menghadapi badai bersama.”

Bukan Tentang Melupakan, Tapi Berani Melepaskan

Pesan utama “Tanpa Dendam” sebenarnya sederhana: memaafkan bukan berarti melupakan.

Ada hal-hal dalam hidup yang mungkin akan selalu menjadi bagian dari masa lalu. Tetapi kita tetap punya pilihan untuk tidak membiarkan masa lalu menentukan bagaimana kita menjalani hari esok.

Lewat lagu ini, SecondSet ingin menyampaikan bahwa setiap orang memiliki luka dengan ceritanya masing-masing. Dan di balik luka tersebut, selalu ada kesempatan untuk tumbuh menjadi lebih kuat.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan SecondSet melalui perpaduan melodi yang kuat, aransemen Alternative Rock yang emosional, serta vokal yang penuh penghayatan.

Hasilnya adalah sebuah lagu yang tidak hanya bercerita tentang hubungan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mencoba berdamai dengan dirinya sendiri.

Dari Panggung Lokal, Menuju Indonesia

Sebelum memperkenalkan “Tanpa Dendam”, para personel SecondSet bukanlah nama yang sepenuhnya baru di panggung musik.

Mereka telah aktif tampil di berbagai acara komunitas, festival musik, hingga panggung hiburan lokal di Sulawesi Utara. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun chemistry kelima personel sebagai sebuah band.

Kini, bersama Label Pro-M, mereka siap membawa perjalanan tersebut ke tahap berikutnya.

Walaupun masih berbasis di Manado, SecondSet tidak ingin membatasi langkah mereka hanya di daerah asal. Mereka ingin musik yang dibuat dengan jujur ini bisa didengar lebih luas dan menjadi bagian dari perjalanan para pendengarnya di seluruh Indonesia.

Langkah Pertama SecondSet

“Tanpa Dendam” menjadi awal dari perjalanan SecondSet di industri musik Indonesia.

Lewat single ini, mereka tidak hanya ingin memperkenalkan karakter musiknya, tetapi juga menawarkan sebuah cerita yang mungkin terasa dekat bagi banyak orang: tentang pernah terluka, pernah berada di titik terendah, dan akhirnya memilih untuk tetap berjalan.

Perjalanan SecondSet baru dimulai.

Dari Manado, mereka membawa satu pesan sederhana melalui musik:

Tidak semua luka harus dibalas dengan kebencian. Kadang, cara terbaik untuk menang adalah berdamai dengan apa yang sudah terjadi dan berani melangkah lagi.

SecondSet — “Tanpa Dendam”.

Sebuah lagu tentang luka yang tidak berakhir menjadi dendam, melainkan berubah menjadi keikhlasan.

Leave A Comment