Jakarta, 2026 — Selama ini, nama Whisnu Santika lekat dengan musik elektronik yang mampu menghidupkan suasana lewat beat, groove, dan energi dance. Namun kali ini, ia mengajak pendengar melihat sisi yang lebih personal melalui album debutnya, Map Of Feelings.

Album ini menjadi ruang baru bagi Whisnu untuk bercerita. Bukan hanya mengandalkan dentuman dan ritme, ia mulai menempatkan lirik, emosi, pengalaman, dan cerita sebagai bagian penting dari musik yang ingin disampaikan.
Menariknya, Map Of Feelings menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah musisi dari latar belakang yang berbeda. Whisnu menggandeng Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan Seventeen, Nuca, Rossa, Maul Ibrahim dari Perunggu, dan Fanny Soegi untuk mengisi warna vokal sekaligus perspektif yang beragam di dalam album ini.
Setiap kolaborator membawa karakter masing-masing, membuat Map Of Feelings terasa seperti pertemuan berbagai cerita dalam satu karya. Perbedaan karakter tersebut justru menjadi bagian penting dari konsep album yang ingin memperluas cara pendengar menikmati musik elektronik.
BUKAN SOAL GENRE, TAPI SOAL CERITA
Bagi Whisnu Santika, Map Of Feelings bukan tentang membatasi musik pada satu genre tertentu. Album ini justru menjadi bukti bahwa dance music dapat bergerak lebih bebas dan menemukan bentuk baru ketika bertemu dengan berbagai karakter musisi.

Jika sebelumnya Whisnu lebih banyak menyampaikan cerita melalui beat, groove, dan ritme, kini ia menggunakan lirik sebagai medium untuk berbicara secara lebih langsung.
Pendekatan tersebut memperlihatkan sisi Whisnu sebagai seorang storyteller. Musik tidak lagi hanya menjadi alasan untuk bergerak atau berdansa, tetapi juga menjadi tempat untuk membicarakan perasaan, hubungan, pengalaman, dan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan manusia.
Karena itu, Map Of Feelings hadir sebagai sebuah perjalanan emosional. Sembilan suara yang terlibat di dalamnya membawa warna masing-masing, sementara Whisnu menjadi penghubung yang menyatukan semuanya ke dalam satu dunia musik.
DANCE MUSIC DENGAN WAJAH YANG LEBIH PERSONAL

Salah satu hal menarik dari album ini adalah usaha Whisnu untuk membawa musik dance keluar dari batas yang selama ini melekat padanya.
Musik elektronik tidak harus selalu identik dengan klub, festival, atau lantai dansa. Lewat Map Of Feelings, Whisnu ingin memperlihatkan bahwa musik dance juga bisa menjadi medium untuk menyampaikan cerita dan emosi yang lebih personal.
Pendekatan ini sekaligus membuka kemungkinan bagi pendengar yang sebelumnya merasa tidak terlalu dekat dengan musik elektronik untuk menemukan sisi lain dari genre tersebut.
Sebagai pelengkap perjalanan album, Whisnu Santika juga telah menyiapkan bonus track bersama Tiara Andini yang akan dirilis pada 11 September 2026. Lagu tersebut menjadi bagian tambahan dari rangkaian cerita yang dibangun melalui Map Of Feelings.
Pada akhirnya, album debut ini bukan sekadar perubahan arah musikal bagi Whisnu Santika. Map Of Feelings menjadi sebuah langkah untuk memperkenalkan dirinya dari sisi yang berbeda—dari musisi yang dikenal lewat kemampuannya membangun energi melalui beat, menjadi seorang storyteller yang menggunakan musik untuk memetakan berbagai perasaan.
Sembilan suara, beragam cerita, dan satu peta emosi. Lewat Map Of Feelings, Whisnu Santika mengajak pendengar mengenal sisi lain dari musik dance—lebih personal, lebih emosional, dan lebih dekat dengan cerita manusia.
Map Of Feelings kini sudah tersedia di berbagai Digital Streaming Platform, sementara bonus track bersama Tiara Andini akan hadir pada 11 September 2026.