Yogyakarta, 2026 — Scantofia kembali memperkenalkan sisi eksperimentalnya melalui single terbaru “Ekstase”, sebuah karya yang bergerak di antara elektronik, techno, ambient, industrial, dan rock. Lagu ini menjadi salah satu fragmen dari proyek EP mendatang mereka, KRRRANG.

Berbeda dari rilisan yang sekadar menjadikan sebuah tempat sebagai latar cerita, Scantofia menggunakan “Ekstase” untuk membangun kembali sebuah ruang melalui bunyi. Gagasan tersebut berangkat dari bangunan terbengkalai bergaya Art Deco di Jalan Palem, Blitar, Jawa Timur, yang kemudian menjadi titik awal lahirnya dunia fiktif dalam proyek KRRRANG.

Bagi Scantofia, bangunan tersebut bukan hanya sesuatu yang bisa dilihat. Ada kemungkinan cerita, atmosfer, tekanan, hingga jejak emosional yang tersembunyi di balik bentuk fisiknya. Dari sinilah musik kemudian digunakan sebagai cara untuk membayangkan lapisan lain dari ruang tersebut.

MEMBANGUN RUANG LEWAT SUARA

“Ekstase” tidak mencoba menceritakan secara harfiah apa yang pernah terjadi di dalam bangunan tersebut. Sebaliknya, Scantofia memilih pendekatan spekulatif—membiarkan suara menciptakan berbagai kemungkinan.

Dentuman elektronik bertemu dengan tekstur industrial, atmosfer ambient, dan energi rock. Perpaduan tersebut menghasilkan lanskap suara yang terasa padat, tetapi sekaligus menyimpan banyak ruang untuk interpretasi.

Ada bagian yang terasa dekat dan nyata, sementara bagian lainnya seperti gema yang muncul dari kejauhan. Pergerakan tersebut membuat “Ekstase” terasa seperti perjalanan melewati sebuah bangunan yang tidak sepenuhnya bisa dilihat, tetapi dapat dirasakan melalui suara.

Dengan pendekatan ini, “Ekstase” bukan sekadar soundtrack untuk sebuah bangunan. Lagu ini justru menjadi bagian dari bangunan itu sendiri—sebuah ruang alternatif yang hanya dapat ditemukan melalui bunyi.

SATU FRAGMEN DARI DUNIA KRRRANG

Konsep tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pengembangan KRRRANG. EP mendatang Scantofia akan terdiri dari lima komposisi yang saling berhubungan dan ditempatkan sebagai fragmen dari ruang serta cerita yang sama.

Setiap karya mengambil posisi berbeda dalam konstruksi dunia tersebut. “Ekstase” menjadi salah satu bagian yang membawa bangunan dari sesuatu yang bersifat fisik menuju pengalaman yang lebih abstrak.

Di dalamnya terdapat gagasan mengenai ruang, ingatan, obsesi, dan jejak yang mungkin masih tertinggal setelah manusia meninggalkan sebuah tempat.

Karena itu, pengalaman mendengarkan “Ekstase” tidak hanya berhenti pada musiknya. Lagu ini mengajak pendengar membayangkan apa yang mungkin tersimpan di balik sebuah ruang yang sudah lama ditinggalkan.

PRODUKSI DAN VISUAL

“Ekstase” diaransemen dan di-mixing oleh Daniel Bagas di Kubu Eling, yang juga menangani proses mastering sekaligus arah desain untuk rilisan ini.

Sementara itu, video klip animasi “Ekstase” dikerjakan oleh Ardis Adiprima, animator dan desainer lintas disiplin asal Blitar, Jawa Timur.

Melalui kombinasi musik dan visual tersebut, Scantofia memperluas dunia KRRRANG sekaligus memberikan bentuk baru terhadap konsep bangunan yang menjadi sumber inspirasinya.

“Ekstase” kini dapat didengarkan melalui Bandcamp Scantofia, sementara video klipnya tersedia di kanal YouTube Scantofia.

Dengan “Ekstase”, Scantofia kembali menunjukkan bahwa sebuah tempat tidak selalu harus diceritakan melalui gambar atau kata-kata. Kadang, ruang yang paling menarik justru adalah ruang yang hanya bisa ditemukan ketika kita mendengarkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…

COLDIAC BAWA NAMA MALANG KE PANGGUNG F1, SIAP TAMPIL DI SINGAPORE GRAND PRIX 2026

Malang, Jawa Timur — 15 Agustus 2026 — Setelah sebelumnya membawa musik…

ANXIOUS KEMBALI DENGAN “DON’T MOVE”, SAAT CINTA YANG RETAK TAK LAGI BISA DIPAKSA UTUH

Band rock alternatif asal Amerika Serikat, Anxious, membuka babak baru lewat single…