Jakarta, September 2026 — Jason Ranti bersiap membawa musik, cerita, dan gaya panggung khasnya keluar dari Indonesia. Lewat rangkaian “VINI VIDI HIHI 2026”, Jeje akan menjalani tur Eropa pertamanya dengan menyambangi lima negara sekaligus: Jerman, Belanda, Prancis, Italia, dan Republik Ceko.
Tur ini bukan sekadar perjalanan lintas negara. Jason ingin mempertahankan karakter pertunjukannya yang dekat, santai, dan tidak terlalu berjarak dengan penonton. Alih-alih membangun suasana konser yang kaku, “VINI VIDI HIHI 2026” dirancang seperti sebuah tongkrongan—tempat musik, obrolan, humor, dan interaksi bertemu dalam satu ruang.
LIMA NEGARA, LIMA PANGGUNG
Perjalanan Jason Ranti dijadwalkan dimulai pada 5 September 2026 di MS Stubnitz, Hamburg, Jerman, dalam agenda Jam Karet Festival.

Sehari kemudian, ia melanjutkan perjalanan ke Amsterdam, Belanda, untuk tampil di Toekomstmuziek melalui agenda Aksi Netherlands. Setelah itu, Jason menuju Paris, Prancis, dan dijadwalkan tampil di Au Café de Paris pada 9 September dalam acara “NgeGig di Paris”.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut ke Milan, Italia, pada 11 September di Section 80 Bar. Perjalanan Eropa ini ditutup di Praha, Republik Ceko, pada 12 September melalui penampilan di Skautský Institut.
Jadwal “VINI VIDI HIHI 2026”:
- 🇩🇪 5 September — Hamburg, Jerman
MS Stubnitz — Jam Karet Festival - 🇳🇱 6 September — Amsterdam, Belanda
Toekomstmuziek — Aksi Netherlands - 🇫🇷 9 September — Paris, Prancis
Au Café de Paris — NgeGig di Paris - 🇮🇹 11 September — Milan, Italia
Section 80 Bar - 🇨🇿 12 September — Praha, Republik Ceko
Skautský Institut
KONSEP TUR YANG NGGAK MAU TERLALU SERIUS
Satu hal yang ingin dipertahankan Jason dalam tur ini adalah rasa intim. Konsep “VINI VIDI HIHI” membawa suasana yang lebih menyerupai nongkrong bersama teman daripada konser dengan batas tegas antara musisi dan penonton.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan karakter karya Jason Ranti yang kerap memadukan cerita sehari-hari, humor, kritik sosial, serta referensi budaya ke dalam musiknya.
Format seperti ini membuat perjalanan Eropa Jason terasa bukan hanya sebagai agenda pertunjukan, tetapi juga kesempatan untuk membawa cara menikmati musik yang lebih cair dan personal ke hadapan penonton di luar negeri.
DARI “AKIBAT PERGAULAN BLUES” HINGGA “TIRANI PUNK”

Jason Ranti mulai mendapat perhatian luas setelah merilis album “Akibat Pergaulan Blues” pada 2017. Album tersebut memperkenalkan sejumlah lagu yang kemudian dikenal luas, termasuk “Variasi Pink” dan “Bahaya Komunis”.
Setelah itu, Jason terus bergerak melalui berbagai karya dan kolaborasi. Ia juga terlibat dalam produksi film serta musik pengiring, termasuk film Koboy Kampus pada 2019.
Pada 2025, eksplorasi lintas generasinya berlanjut lewat kolaborasi bersama band asal Bandung, Dongker, dalam proyek “Tirani Punk”.
Kini, setelah bertahun-tahun membangun karakter sebagai musisi dengan gaya yang sulit ditebak, Jason membawa seluruh energi tersebut ke panggung Eropa.
Lima negara, lima pertunjukan, dan satu ajakan sederhana: datang, dengarkan musik, lalu nongkrong bareng.

Seperti pesan Jason untuk perjalanan ini:
“Sampai jumpa dan mari kita nongkrong bareng!”