AVE DAN FARREL HILAL RAYAKAN ROMANSA JAKARTA BERBALUT WARNA MUSIK TIMUR LEWAT SINGLE “MANISE”

Musik urban Indonesia kembali kedatangan kolaborasi yang menawarkan warna berbeda. Penyanyi sekaligus rapper AVE menggandeng Farrel Hilal dalam single terbaru bertajuk “MANISE”, sebuah lagu yang memadukan nuansa R&B, hip-hop, dan sentuhan khas Timur Indonesia menjadi kisah cinta yang hangat, ringan, dan dekat dengan keseharian anak muda.

Lewat “MANISE”, AVE mengangkat cerita sederhana tentang dua orang yang menikmati waktu bersama di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Blok M, Senopati, hingga Pondok Indah Mall menjadi latar dari momen-momen kecil yang terasa istimewa—bukan karena kemewahannya, melainkan karena kebersamaan yang tercipta di dalamnya. Lagu ini mengingatkan bahwa sebuah hubungan tak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk terasa bermakna.

Salah satu daya tarik utama “MANISE” terletak pada penggunaan tiga bahasa yang mengalir secara alami. AVE dan Farrel memadukan bahasa Indonesia, Inggris, serta dialek Ambon dalam lirik-liriknya, menghadirkan frasa seperti “beta rela pull up demi se” dan “jemput nona pigi jalan” sebagai bagian dari identitas musikal mereka. Pendekatan tersebut bukan sekadar gimmick, melainkan bentuk penghormatan terhadap budaya Timur Indonesia yang dibawa ke dalam lanskap musik urban modern.

Kolaborasi bersama Farrel Hilal, yang sebelumnya dikenal lewat single “Keliling”, turut memberikan dinamika baru pada lagu ini. Karakter vokalnya menghadirkan sosok laki-laki Timur yang romantis, santai, dan apa adanya, menciptakan chemistry yang terasa alami dengan gaya bernyanyi AVE.

Bagi AVE, “MANISE” lahir dari pengalaman pribadi yang sederhana.

“Di lagu ini gue pengen menggambarkan kesederhanaan saat ngedate di Jakarta. Kita nggak harus selalu melakukan hal yang mewah untuk bisa menikmati waktu bersama pasangan. Lagu ini gue persembahkan untuk dia,” ujar AVE mengenai inspirasi di balik lagu tersebut.

Di balik nuansa romantisnya, “MANISE” juga menjadi perayaan identitas budaya. AVE dan Farrel Hilal menunjukkan bahwa unsur-unsur khas Indonesia Timur dapat menyatu secara organik dengan musik R&B dan hip-hop tanpa kehilangan karakter aslinya. Hasilnya adalah sebuah lagu yang terasa segar, autentik, sekaligus relevan dengan kehidupan generasi muda di kota besar.

Seluruh proses kreatif “MANISE” dikerjakan secara mandiri oleh AVE. Ia bertindak sebagai arranger, produser, sekaligus menangani proses mixing dan mastering, sementara penulisan lagu dikerjakan bersama Farrel Hilal Ramadhan. Pendekatan independen tersebut semakin menegaskan visi musikal AVE dalam menghadirkan karya yang personal sekaligus dekat dengan pendengarnya.

Melalui “MANISE”, AVE dan Farrel Hilal tidak hanya menyuguhkan lagu cinta yang mudah dinikmati, tetapi juga menghadirkan ruang bagi budaya Timur Indonesia untuk bersanding dengan musik urban modern. Dengan melodi yang hangat, lirik yang akrab, dan sentuhan budaya yang kuat, single ini menjadi bukti bahwa identitas lokal tetap bisa terdengar segar di tengah perkembangan musik populer saat ini.

Single “MANISE” kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Leave A Comment