Jakarta — Musik punk kembali menunjukkan bahwa semangatnya tidak mengenal batas usia. Melalui program “Punk Sejak Dini”, Synchronize Fest 2026 mempertemukan tiga kelompok dengan latar generasi berbeda: Sakinah Mawaddah Warahmah, Sukses Lancar Rejeki, dan Sukatani dalam satu pertunjukan di XYZ Stage, Jumat (16/10).

Pertemuan ini menghadirkan gambaran regenerasi dalam skena punk Indonesia. Sakinah Mawaddah Warahmah tampil sebagai band keluarga, Sukses Lancar Rejeki membawa cerita keseharian anak dan remaja, sementara Sukatani hadir dengan karakter post-punk dan new wave yang selama ini lekat dengan isu sosial.
Penampilan dibuka oleh Sakinah Mawaddah Warahmah, yang juga dikenal sebagai Samawa. Zea, sang vokalis yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tampil bersama ayah, ibu, dan pamannya. Formasi tersebut langsung memperlihatkan semangat lintas generasi yang menjadi dasar program ini: musik menjadi ruang untuk tumbuh dan bermain bersama, bahkan di dalam keluarga sendiri.
Setelah itu, giliran Sukses Lancar Rejeki mengambil alih panggung. Trio asal Bekasi tersebut mengangkat hal-hal sederhana dari kehidupan anak sekolah menjadi materi lagu. Dalam album Bisa Meledak, cerita seperti kehilangan pulpen, urusan toilet sekolah, hingga pergi ke pasar bersama ibu diolah menjadi lirik yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Sukatani kemudian melengkapi rangkaian penampilan. Duo asal Purbalingga ini membawa warna post-punk dan new wave dengan materi yang banyak menyoroti persoalan sosial dan lingkungan. Kehadiran mereka membuat suasana panggung semakin riuh, termasuk ketika penonton mulai melakukan crowd surfing.
Momen puncak terjadi saat Sakinah Mawaddah Warahmah dan Sukses Lancar Rejeki bergabung bersama Sukatani untuk membawakan “Gelap Gempita”. Ketiga kelompok tampil bersama, menutup pertunjukan dengan gambaran nyata bahwa musik punk dapat menjadi ruang pertemuan lintas usia dan pengalaman.

Program “Punk Sejak Dini” bukan sekadar kolaborasi antarmusisi, melainkan pengingat bahwa keberlanjutan sebuah skena turut bergantung pada ruang yang diberikan kepada generasi berikutnya. Di Synchronize Fest 2026, semangat itu hadir bukan lewat wacana semata, melainkan melalui satu panggung yang mempertemukan anak-anak, remaja, dan musisi dewasa.