BANDUNG — Setelah melewati dua rilisan awal, Kipcie mulai menemukan arah musik yang ingin mereka bangun. Unit indie rock asal Bandung ini kembali dengan single ketiga bertajuk “Kolase”, sebuah lagu yang menjadi penanda fase baru sekaligus bagian dari perjalanan mereka menuju album penuh.

Mengambil napas dari gerakan indie rock revival, Kipcie membawa karakter musik dengan estetika raw ala awal 2000-an. Namun, “Kolase” tidak hanya berbicara tentang musik dan nostalgia. Lagu ini justru berangkat dari benturan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: mimpi yang ingin dikejar berhadapan dengan realita kehidupan urban yang penuh tuntutan.

Ketika Rutinitas Mulai Terasa Membosankan

“Kolase” menggambarkan potongan-potongan kehidupan yang perlahan menjadi memori—mulai dari pertemanan hingga energi masa muda—yang kemudian harus berhadapan dengan fase dewasa yang lebih monoton.

Rutinitas Senin sampai Jumat menjadi gambaran sederhana tentang rasa lelah tersebut. Hari-hari berjalan berulang, sementara akhir pekan menjadi ruang untuk kembali bernapas. Bagi Kipcie, suara gitar yang dimainkan bersama teman-teman menjadi semacam pelarian dari perasaan kalah yang muncul sepanjang rutinitas.

Di situlah judul “Kolase” menemukan maknanya. Hidup tidak selalu hadir sebagai gambaran yang rapi dan sempurna. Ada bagian yang harus disusun, ditambal, bahkan dirakit kembali dari potongan-potongan yang tersisa demi tetap menjaga sebuah impian.

Dirangkai Bersama Seluruh Personel

Dari sisi penciptaan, lagu ini ditulis oleh Hugo Bonfilio, sementara bagian lirik dikerjakan oleh Lendra Sonjaya.

Aransemen “Kolase” kemudian dikembangkan secara kolektif oleh seluruh personel Kipcie. Proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan aliran emosi yang sesuai dengan cerita yang ingin mereka sampaikan lewat lagu.

Untuk proses produksinya, rekaman dilakukan di studio pribadi milik Thariq Khayru, yang juga bertindak sebagai produser. Sementara bagian drum direkam di Bandung Creative Hub.

Tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Bimantara dari Tunnelvision Audio.

Kehadiran “Kolase” sekaligus memperlihatkan fase baru dalam perjalanan Kipcie. Setelah bereksplorasi lewat dua rilisan sebelumnya, mereka mulai menemukan cetak biru sound yang menjadi fondasi menuju album penuh yang sedang mereka kerjakan.

Single ketiga ini membawa cerita tentang bagaimana anak muda menghadapi kehidupan urban: mengejar sesuatu yang diimpikan, berhadapan dengan rutinitas, kemudian mencari kembali alasan untuk terus berjalan.

Seperti potongan gambar yang disusun menjadi satu kesatuan, “Kolase” menjadi gambaran tentang hidup yang tidak selalu utuh, tetapi tetap bisa dirangkai kembali.

“Kolase” resmi tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 11 September 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

510 BONGKAR SISI GELAP DI BALIK PUNCAK LEWAT “HEAVY LIES THE CROWN”

Bandung — 510 kembali lewat rilisan terbaru mereka, “Heavy Lies the Crown”.…

DONGKER RILIS ALBUM “MELANKOLIA RADIKAL”, MERANGKUM KEGELISAHAN, KEHILANGAN, DAN REALITAS SOSIAL

Bandung, 28 Agustus 2026 — Dongker resmi merilis album penuh terbaru mereka,…

RAMMADHANIAL KEMBALI DENGAN WHISPER FROM NOWHERE, ALBUM PENUH CERITA TENTANG KEHILANGAN DAN PENERIMAAN

Banjarnegara, 28 Agustus 2026 — Setelah lima tahun berlalu sejak album debut…

KEYINGI SAFAR TURNS HEARTBREAK AND MEMORY INTO “KEYINGI SAFAR”

Tashkent, Uzbekistan — Hailing from Tashkent, Uzbekistan, emo/alternative rock band Keyingi Safar…